Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjalin kerja sama dengan Kementerian PPN/Bappenas untuk mengintegrasikan berbagai sumber data strategis guna memperkuat tata kelola manajemen talenta nasional. Melalui kerja sama ini, sejumlah data milik Kemdiktisaintek akan terhubung dengan Basis Data Terpadu Manajemen Talenta Nasional (BDT MTN) yang dikelola Bappenas.
Data yang akan diintegrasikan mencakup Science and Technology Index (SINTA), Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), serta Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA). Integrasi tersebut diharapkan mendukung perencanaan pembangunan nasional sekaligus pengembangan manajemen talenta nasional yang lebih terarah dan berbasis data.
Usai penandatanganan, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco menyatakan integrasi data merupakan langkah strategis untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan talenta nasional, khususnya di bidang riset dan inovasi.
“Diharapkan data-data yang dimiliki Kemdiktisaintek dapat dimanfaatkan untuk pengembangan manajemen talenta nasional, khususnya di bidang riset dan inovasi. Kami yakin banyak dosen maupun mahasiswa, baik S1, S2, maupun S3, yang nantinya dapat berkontribusi dalam pengembangan Manajemen Talenta Nasional hingga diangkat dan berkembang di level internasional,” ujar Badri.
Pada kesempatan yang sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pentingnya pengembangan talenta nasional untuk menghadapi kompetisi global yang semakin ketat. Menurutnya, keunggulan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kondisi geografis atau kekayaan sumber daya alam, melainkan terutama oleh kualitas sumber daya manusia.
Rachmat juga menegaskan bahwa pengembangan talenta nasional perlu ditopang ekosistem yang kuat berbasis pendidikan, riset, dan inovasi. Ia menilai pengembangan talenta tidak dapat dilakukan secara sporadis atau berbasis coba-coba, tetapi harus berlandaskan kajian ilmiah, riset mutakhir, serta inovasi yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia sendiri.
Bagi Kemdiktisaintek, integrasi ini dipandang penting untuk memperkuat pemanfaatan data pendidikan tinggi dan riset sebagai dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Data dari ekosistem pendidikan tinggi—mulai dari kinerja riset, profil akademik, hingga aktivitas pengabdian kepada masyarakat—diharapkan menjadi fondasi untuk memetakan dan mengembangkan potensi talenta nasional secara lebih komprehensif.
Kerja sama tersebut juga disebut sejalan dengan arah kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, yang mendorong ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pembangunan nasional. Integrasi basis data talenta nasional ini diharapkan memperkuat sinergi antarkementerian dan lembaga dalam menyiapkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global menuju Indonesia Emas 2045.