Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, profesi analis data (data analyst) disebut menjadi salah satu pekerjaan yang kian dibutuhkan. Kebutuhan ini muncul seiring meningkatnya penggunaan data dalam pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan akurat.
Hampir semua sektor memerlukan tenaga yang mampu membaca data, menemukan pola, dan menyusun rekomendasi berbasis analisis. Kebutuhan tersebut mencakup bidang bisnis, pemerintahan, kesehatan, pendidikan, hingga startup teknologi.
Dalam praktiknya, pekerjaan data analis tidak sebatas mengolah angka. Peran ini dinilai penting karena hasil analisis dapat menjadi dasar pertimbangan sebuah organisasi atau perusahaan dalam menentukan langkah dan kebijakan.
Secara umum, tugas data analis diawali dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber yang relevan. Sumber data dapat berasal dari database perusahaan seperti CRM atau sistem manajemen data, survei atau formulir online, log aplikasi dan data transaksi, hingga API eksternal atau sumber data publik. Data yang terkumpul biasanya diformat dalam bentuk CSV, Excel, atau JSON agar lebih mudah diolah.
Setelah itu, data dianalisis menggunakan teknik statistik dan alat analisis untuk menggali informasi. Metode yang disebutkan meliputi descriptive analysis, predictive analysis, diagnostic analysis, dan exploratory analysis.
Hasil analisis kemudian disajikan dalam bentuk visual agar mudah dipahami oleh tim maupun pemangku kepentingan non-teknis. Visualisasi dapat dibuat melalui perangkat seperti Tableau atau Power BI untuk dashboard interaktif, Excel atau Google Sheets, serta Matplotlib dan Seaborn bagi pengguna Python.
Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan tenaga analis data, Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) membuka Program Studi S1 Sains Data yang telah terakreditasi Baik. UICI juga menginformasikan bahwa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Batch 9 Gelombang 1 dibuka pada 1 April hingga 31 Mei 2025.