Penggunaan gadget kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, belajar, hingga hiburan. Namun, kebiasaan memakai gadget di tempat gelap kerap dianggap sepele, padahal berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, terutama pada mata.
Berdasarkan informasi kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) serta rujukan medis seperti American Academy of Ophthalmology, penggunaan gadget di ruangan dengan pencahayaan minim dapat meningkatkan risiko kelelahan mata dan gangguan penglihatan.
Dampak yang paling umum adalah mata cepat lelah. Minimnya cahaya membuat mata bekerja lebih keras untuk menyesuaikan fokus terhadap layar yang cenderung lebih terang dibanding lingkungan sekitar.
Selain itu, kebiasaan menatap layar dalam kondisi gelap juga dapat memicu mata kering. Dalam situasi ini, frekuensi berkedip biasanya menurun sehingga mata lebih mudah terasa kering dan tidak nyaman.
Penggunaan gadget di tempat gelap juga disebut dapat memengaruhi kualitas tidur. Cahaya biru dari layar berpotensi mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan mengatur siklus tidur, sehingga seseorang menjadi sulit tidur atau mengalami gangguan tidur.
Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut berpotensi memicu penurunan kualitas penglihatan jika tidak diimbangi dengan penggunaan gadget yang bijak.
Para ahli menyarankan agar gadget digunakan di tempat dengan pencahayaan yang cukup dan durasi menatap layar dibatasi. Mengatur tingkat kecerahan layar agar sesuai dengan kondisi ruangan juga dapat membantu mengurangi beban kerja mata.
Dengan menerapkan kebiasaan penggunaan gadget yang lebih sehat, masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatan mata sekaligus mencegah berbagai gangguan yang dapat muncul akibat penggunaan gadget di tempat gelap.