BERITA TERKINI
Jasa Marga Optimalkan Aplikasi Travoy untuk Pantau Lalu Lintas Tol Real-Time Jelang Mudik Lebaran 2026

Jasa Marga Optimalkan Aplikasi Travoy untuk Pantau Lalu Lintas Tol Real-Time Jelang Mudik Lebaran 2026

Kota Madiun — Menjelang lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026, PT Jasa Marga melalui anak usahanya, Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk membantu pengguna jalan tol. Salah satu yang disosialisasikan adalah aplikasi Travoy sebagai panduan perjalanan selama periode libur Idulfitri.

Direktur Utama JNK, Arie Irianto, mengatakan pemanfaatan teknologi digital tahun ini diarahkan untuk memberikan informasi lalu lintas secara real-time kepada masyarakat. Pernyataan itu disampaikan usai kegiatan Gelar Pasukan Siaga Operasional Libur Idul Fitri 2026 di halaman kantor JNK, Rabu (11/3/2026).

Berdasarkan proyeksi perusahaan, jumlah kendaraan yang melintas pada arus mudik diperkirakan mencapai sekitar 336 ribu kendaraan, meningkat sekitar 3 persen dibandingkan 2025. Sementara arus balik diperkirakan sekitar 300 ribu kendaraan atau naik 2,8 persen.

Untuk mendukung kelancaran perjalanan, JNK turut mensosialisasikan penggunaan Travoy. Arie menjelaskan, aplikasi tersebut berfungsi sebagai navigasi digital untuk membantu pengguna jalan tol merencanakan perjalanan dari titik keberangkatan hingga tujuan.

Menurutnya, Travoy dapat diunduh gratis melalui App Store maupun Play Store. Melalui aplikasi itu, pengguna dapat mengakses informasi terkait kondisi lalu lintas, tarif tol, serta lokasi fasilitas rest area.

Selain pemanfaatan teknologi digital, JNK juga menambah dukungan operasional selama periode Lebaran. Perusahaan menambah sekitar 33 personel, serta menambah gardu Oblique Approach Booth (OAB) dan mobile reader guna mempercepat transaksi di gerbang tol.

Di sisi layanan informasi darurat, Jasa Marga juga memperbarui nomor call center dari 14080 menjadi 133 agar lebih mudah diingat pengguna jalan.

Untuk mengantisipasi kepadatan, manajemen menekankan upaya menjaga rasio volume kendaraan terhadap kapasitas jalan (V/C ratio) tetap di bawah 0,7. Arie menyebut nilai tertinggi saat ini di sekitar Gerbang Tol Madiun berada di angka 0,63 dan dinilai masih dalam batas aman.

Meski demikian, JNK menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas jika terjadi lonjakan kendaraan. Langkah yang disiapkan antara lain penambahan gardu tol, pengalihan arus ke gerbang tol terdekat di wilayah timur maupun barat, hingga penerapan rekayasa lalu lintas apabila diperlukan.

Dengan dukungan aplikasi digital, penambahan personel, serta penguatan infrastruktur dan layanan informasi, JNK berharap perjalanan mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman.