BERITA TERKINI
ITSEC Asia Bukukan Kinerja Terbaik pada 2025, Dorong Pertumbuhan Lewat Strategi Keamanan Siber Berbasis AI

ITSEC Asia Bukukan Kinerja Terbaik pada 2025, Dorong Pertumbuhan Lewat Strategi Keamanan Siber Berbasis AI

Industri keamanan siber di Indonesia disebut memasuki fase yang lebih matang seiring meningkatnya ancaman digital dan kebutuhan perlindungan data. Di tengah perkembangan tersebut, PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) mencatatkan kinerja terbaik sepanjang sejarah perusahaan pada tahun buku 2025.

Sepanjang 2025, pendapatan konsolidasi ITSEC Asia mencapai Rp527,1 miliar, naik 62,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp325,1 miliar. Kenaikan juga terlihat pada laba bruto yang tumbuh 141,6% menjadi Rp284,6 miliar, dengan margin laba bruto meningkat ke 54% dari 36,2%.

Dari sisi profitabilitas, perusahaan membalikkan kondisi dari rugi operasional menjadi laba usaha Rp92,5 miliar. Laba bersih tercatat Rp65,4 miliar, meningkat tajam dari Rp0,8 miliar pada tahun sebelumnya. Perusahaan juga mencatat kenaikan EPS dari Rp0,12 menjadi Rp9,72.

Patrick Rudolf Dannacher menyatakan capaian tersebut merupakan hasil strategi jangka panjang yang berfokus pada inovasi teknologi dan ekspansi bisnis. Menurutnya, 2025 menjadi titik balik bagi perusahaan untuk memperkuat fondasi sekaligus memperluas jangkauan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan menempatkan pengembangan solusi keamanan siber berbasis AI sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan. ITSEC Asia tidak hanya menyasar segmen enterprise, tetapi juga mulai merambah UKM hingga konsumen individu.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah pembentukan entitas baru, PT ITSEC Cyber Academy, yang berfokus pada pelatihan keamanan siber dan AI. Unit ini disebut langsung memberi dampak positif melalui perolehan kontrak besar dari sektor pemerintah dan korporasi.

Dari sisi produk, ITSEC Asia meluncurkan aplikasi keamanan siber berbasis AI, IntelliBroń Aman, untuk memperluas penetrasi pasar konsumen. Melalui kerja sama dengan Infinix, aplikasi tersebut diklaim mencatat lebih dari 100.000 unduhan dalam satu bulan. Adapun solusi IntelliBroń Orion ditujukan untuk UKM, dengan fitur threat intelligence berbasis AI dan respons insiden secara real-time.

Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, ITSEC Asia mengalokasikan belanja modal Rp27 miliar sepanjang 2025 yang difokuskan pada pengembangan infrastruktur teknologi, inovasi produk, dan ekspansi operasional. Perbaikan juga tercermin pada struktur keuangan, dengan rasio utang terhadap ekuitas yang ditekan menjadi 0,20x dari 1,13x.

Ekspansi regional ke Singapura turut disebut berkontribusi positif terhadap kinerja perusahaan, sekaligus memperkuat posisi ITSEC Asia di pasar Asia Tenggara.

Di luar agenda bisnis, ITSEC Asia bersama BSSN dan ADIGSI menginisiasi Gerakan Keamanan Siber Nasional. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan perlindungan digital, terutama bagi lebih dari 65 juta pelaku UMKM di Indonesia yang kerap menjadi target serangan siber karena keterbatasan infrastruktur keamanan.