BERITA TERKINI
Internet Iran Nyaris Lumpuh 30 Hari, Trafik Internasional Tinggal 1 Persen

Internet Iran Nyaris Lumpuh 30 Hari, Trafik Internasional Tinggal 1 Persen

Pemadaman internet di Iran memasuki fase yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selama 30 hari penuh atau setara 696 jam, konektivitas Iran ke dunia luar dilaporkan nyaris lumpuh total.

Data NetBlocks menunjukkan trafik internet internasional Iran tersisa sekitar 1 persen dari kondisi normal. Dalam publikasinya di Mastodon, NetBlocks menulis bahwa pemadaman internet di Iran telah memasuki hari ke-30, seiring berlanjutnya tindakan sensor nasional hingga minggu kelima.

Menurut NetBlocks, metrik pemantauan jaringan memperlihatkan konektivitas Iran ke dunia luar hanya mencapai 1 persen dari tingkat normal. Kondisi ini membuat sebuah negara dengan puluhan juta pengguna internet praktis terisolasi secara digital dari jaringan global.

Dampaknya, akses ke berbagai layanan dan platform internasional dilaporkan hampir sepenuhnya terputus, termasuk WhatsApp, YouTube, serta layanan cloud internasional. Penurunan tajam trafik data keluar-masuk Iran juga membuat warga kesulitan mengakses media sosial, platform komunikasi, dan layanan berbasis cloud.

Pemadaman ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Iran dan blok yang dipimpin Amerika Serikat serta Israel. Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir, memicu kekhawatiran meluasnya konflik, baik secara militer maupun siber.

Di tengah situasi tersebut, pembatasan akses internet menjadi salah satu langkah yang diambil pemerintah Iran. Tujuannya disebut berlapis, mulai dari mengendalikan arus informasi, mencegah penyebaran narasi yang dianggap merugikan, hingga menjaga stabilitas dalam negeri di tengah tekanan eksternal. Namun, dampaknya meluas, terutama bagi masyarakat sipil dan aktivitas ekonomi digital.

Aktivitas yang bergantung pada internet—mulai dari bisnis online, pendidikan, hingga komunikasi lintas negara—dilaporkan ikut terhambat akibat keterbatasan akses tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembatasan internet bukan hal baru dalam dinamika politik Iran. Pemerintah beberapa kali menerapkan langkah serupa, terutama saat terjadi demonstrasi besar atau ketegangan politik. Dari sisi pemerintah, pembatasan kerap diposisikan sebagai langkah defensif untuk menjaga keamanan nasional. Sementara itu, di tingkat global, pemadaman internet dalam skala besar dan durasi panjang sering dikritik karena dinilai membatasi akses informasi dan kebebasan berekspresi.