BERITA TERKINI
Info-Tech Research Group Buka Kantor di Singapura, Perkuat Investasi di Selandia Baru

Info-Tech Research Group Buka Kantor di Singapura, Perkuat Investasi di Selandia Baru

Info-Tech Research Group mengumumkan ekspansi di kawasan Asia Pasifik dengan membuka kantor baru di Singapura serta meningkatkan investasi dan perekrutan strategis di Selandia Baru. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat dukungan lokal bagi para pemimpin TI di Asia Tenggara dan wilayah Australia-Selandia Baru (ANZ), seiring meningkatnya permintaan konsultasi yang praktis dan berfokus pada hasil di tengah disrupsi AI, perubahan regulasi, dan dinamika keamanan yang terus berkembang.

Perusahaan menyatakan kantor Singapura resmi dibuka pada akhir Agustus 2025. Sejumlah anggota tim baru ditempatkan pada berbagai fungsi utama untuk mendukung basis klien yang tumbuh di Singapura, sekaligus memperluas jangkauan layanan bagi pasar Asia Tenggara.

Di saat yang sama, Info-Tech meningkatkan kehadirannya di Selandia Baru melalui investasi pada perekrutan strategis. Perusahaan menekankan fokus pada pembangunan keahlian lokal untuk merespons kenaikan permintaan anggota dan mempercepat pertumbuhan di wilayah tersebut.

CEO Info-Tech Research Group Tom Zehren menyebut perluasan di Asia Pasifik sebagai bagian penting dari strategi global perusahaan. Menurutnya, pembentukan tim khusus di Asia Tenggara dan Selandia Baru ditujukan agar CIO dan pemimpin teknologi di kedua pasar memiliki akses langsung terhadap perangkat, kerangka kerja, dan panduan yang dibutuhkan dalam menghadapi perubahan yang cepat.

Info-Tech juga menyampaikan bahwa perluasan yang dibangun dari pengembangan di Australia selama beberapa tahun terakhir akan membantu memenuhi permintaan regional terhadap konsultasi TI yang lebih aplikatif, terutama saat organisasi menghadapi tantangan seperti perubahan regulasi dan ancaman keamanan yang berkembang pesat.

Dalam rangka ekspansi global, Info-Tech menunjuk Byron Rudenno sebagai Wakil Presiden Senior untuk Eropa & Asia Pasifik. Zehren mengatakan penunjukan ini mencerminkan skala operasi internasional perusahaan yang terus meningkat serta kebutuhan kepemimpinan eksekutif di dua wilayah dengan pertumbuhan tercepat. Dalam peran tersebut, Rudenno akan mengawasi strategi dan keterlibatan klien di Eropa, Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru.

Rudenno menilai CIO di Asia Tenggara menginginkan dukungan lokal yang berdampak. Ia menyebut tim di Australia, Selandia Baru, serta kantor baru di Singapura akan berperan untuk menjawab peningkatan permintaan layanan dengan kedekatan dan ketepatan yang lebih baik.

Managing Partner kawasan Asia Pasifik, George Khreish, menambahkan bahwa pasar Asia Pasifik berkembang cepat, dengan CIO memprioritaskan penggunaan AI untuk mendorong transformasi sambil menghadapi tantangan keamanan dan persaingan global. Ia menyatakan penguatan kehadiran lokal ditujukan agar anggota di Singapura, Malaysia, Filipina, dan Selandia Baru dapat memperoleh wawasan terkait AI dan dukungan konsultasi TI yang disesuaikan.

Selain memperluas operasi, perusahaan juga menempatkan perekrutan talenta sebagai prioritas. Chief Human Resources Officer Info-Tech, Shawn Gibson, menyatakan komitmen untuk menciptakan peluang bagi profesional di Asia Tenggara dan Selandia Baru, sekaligus membangun tim lokal yang kuat untuk mendukung hasil bagi anggota.

Dalam penjelasannya, Info-Tech memaparkan beberapa poin utama ekspansi di Asia Pasifik. Kantor di Singapura akan melayani Asia Tenggara melalui tim konsultasi, riset, dan dukungan klien yang berfokus pada penggunaan AI, keamanan siber, dan tata kelola TI, termasuk dukungan terkait tata kelola AI, otomatisasi kepatuhan, dan perencanaan ketahanan. Di wilayah ANZ, perusahaan memperluas dukungan melalui perekrutan strategis untuk sektor seperti pemerintahan, pendidikan, dan layanan keuangan, serta meningkatkan investasi melalui kantor Sydney untuk membantu CIO menerapkan AI, memodernisasi infrastruktur, memperkuat keamanan, dan mengelola vendor.

Info-Tech juga menyebut pertumbuhan di ANZ akan disorot pada konferensi Info-Tech LIVE di Brisbane yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026.

Perusahaan menyatakan pengumuman ini merupakan bagian dari pertumbuhan internasional yang lebih luas, dan menyebut akan ada pengumuman lanjutan dalam beberapa bulan mendatang.