Penguatan ekosistem digital dinilai dapat memberi dampak luas bagi daerah, mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing masyarakat di tengah persaingan global, hingga membuka akses yang lebih besar terhadap peluang usaha. Proyeksi ekonomi digital Indonesia pun menunjukkan potensi tersebut. Dalam laporan e-Economy SEA yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai USD 130 miliar pada 2025.
Di tingkat nasional, digitalisasi juga menjadi salah satu prioritas untuk mendorong pemerataan pembangunan. Sejumlah inisiatif pemerintah, seperti program “100 Smart City” dan “Strategi Nasional Kecerdasan Buatan 2020–2045”, diarahkan untuk memperkuat infrastruktur digital serta mendorong integrasi teknologi di berbagai sektor.
Namun, tantangan di lapangan masih beragam di tiap daerah. Keterbatasan akses, sumber daya, dan ekosistem pendukung kerap menjadi hambatan bagi talenta digital dan startup daerah untuk bertumbuh. Kondisi tersebut dinilai berisiko membuat potensi lokal tidak tergarap optimal jika tidak didukung ruang dan jejaring yang memadai.
Dalam konteks itu, IndigoSpace membuka cabang di Aceh. Business Community Lead IndigoSpace Aceh, Jurnalis J Hius, menyebut IndigoSpace Aceh merupakan satu dari sembilan cabang di berbagai daerah di Indonesia yang ditujukan untuk memperkuat ekosistem digital di wilayah, termasuk pada sektor strategis Aceh seperti pertanian dan perikanan.
Ia menegaskan IndigoSpace Aceh tidak hanya berfungsi sebagai co-working space. Fasilitas ini juga diposisikan sebagai titik temu inovator, pelaku usaha rintisan, dan pemerintah untuk memperkuat ekosistem digital Aceh yang lebih inklusif.
“IndigoSpace Aceh menyediakan co-working space yang boleh digunakan oleh siapa saja, dengan berbagai infrastruktur pendukung dan connectivity. Tapi selain itu, kami juga menghadirkan berbagai event demi connecting the dot dengan berbagai pentahelix, baik pemerintah, akademik, dan stakeholder lainnya,” kata Jurnalis.
Program: dari literasi AI hingga penguatan startup
IndigoSpace Aceh menjalankan sejumlah program yang berfokus pada pengasahan talenta, penguatan kapasitas startup, serta perluasan akses ke pasar dan investor. Menurut Jurnalis, Telkom memfasilitasi berbagai kebutuhan terkait pengembangan startup, mulai dari pembinaan, coaching, mentoring, hingga pendanaan.
Salah satu fokus yang dikembangkan adalah literasi kecerdasan buatan. Memasuki 2025, Jurnalis menyampaikan IndigoSpace bertransformasi menjadi AI Center untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai AI sekaligus mendorong implementasinya. Melalui kolaborasi, Telkom lewat IndigoSpace menggelar seminar, workshop, dan pelatihan yang menyasar pelaku usaha digital, komunitas lokal, hingga guru.
“Sejak 2025, IndigoSpace juga bertransformasi menjadi AI Center, yakni program dari Telkom Indonesia yang menyediakan berbagai fasilitas dengan memanfaatkan AI untuk keperluan operasional sekaligus mendukung talenta muda Indonesia,” ujarnya.
Dalam penjelasan yang disampaikan, pemanfaatan AI bagi guru antara lain dapat membantu memperkaya metode pembelajaran, menyusun materi lebih interaktif, serta mempermudah evaluasi belajar. Sementara bagi pelaku usaha, AI dapat digunakan untuk analisis tren pasar, personalisasi pemasaran, dan efisiensi operasional.
Kolaborasi kampus dan komunitas
Selain AI, IndigoSpace Aceh juga menaruh perhatian pada kolaborasi dengan mahasiswa dan komunitas lokal. Tujuannya, menyediakan ruang bagi mahasiswa, akademisi, dan komunitas kreatif untuk mengembangkan ide, riset, hingga solusi digital.
Salah satu talenta muda digital, Nabil Aditya, menyatakan keberadaan forum kolaborasi di IndigoSpace Aceh membantunya dalam mengembangkan startup bernama Temu Jasa. Ia menyebut akses mentoring, networking, dan undangan ke berbagai acara menjadi lebih terbuka, termasuk kemudahan menjangkau pemerintah kota.
“Setelah bergabung dengan IndigoSpace, banyak benefit yang saya dapatkan, mulai dari coaching, mentoring, dan ikut event-event besar. Akses ke pemerintah kota pun dipermudah. Saya berharap semakin banyak mahasiswa seperti saya yang bergabung di sini karena bisa mendapat banyak manfaat,” kata Nabil.
Melalui program dan bimbingan yang berjalan, IndigoSpace Aceh juga mencatat capaian pengiriman perwakilan startup asal Aceh untuk mengikuti kegiatan teknologi berskala global yang diinisiasi Telkom Indonesia bersama mitra internasional. Jurnalis menambahkan, pada 2026 IndigoSpace direncanakan menjadi wadah berkumpulnya startup yang akan dikirim ke kompetisi Asian Digital Awards di Vietnam. Ia menyebut pihaknya bekerja sama dengan Komdigi untuk membina peserta agar lebih siap bersaing di tingkat internasional.
“Pada 2026 nanti, IndigoSpace akan menjadi wadah berkumpulnya startup yang akan dikirim pada kompetisi Asian Digital Awards yang akan diadakan di Vietnam. Kami bekerja sama dengan Komdigi akan membina mereka agar lebih ready untuk berkompetisi di kancah internasional,” ujar Jurnalis.
Jembatan pentahelix dan kebutuhan lintas sektor
Jurnalis juga menekankan peran Telkom Indonesia dalam membangun konektivitas yang tidak terbatas pada akses internet, tetapi juga jejaring kolaborasi antarpihak dalam skema pentahelix: pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, hingga media. IndigoSpace disebut berfungsi sebagai ruang yang mempertemukan kebutuhan pemerintah daerah dengan solusi yang dapat ditawarkan startup, sekaligus membuka akses kemitraan bagi pelaku rintisan.
“Telkom sebagai salah satu BUMN yang bergerak di bidang connectivity juga menyediakan beragam infrastruktur, bukan hanya seputar internet, namun juga connectivity dalam bentuk jejaring antar pentahelix. IndigoSpace menjadi tempat berkumpulnya pentahelix, lalu kita penuhi kebutuhan pemerintah yang bisa di-support oleh startup begitu pula sebaliknya,” kata Jurnalis.
Upaya tersebut disebut sejalan dengan semangat Hari Bhakti Postel ke-80 tahun 2025 yang mengusung tema “Kolaborasi untuk Konektivitas Merata”. Melalui IndigoSpace, Telkom menyatakan komitmennya untuk memperkuat jejaring kolaboratif, menghubungkan startup dengan pemerintah dan komunitas lokal, serta membuka jalan bagi inovasi daerah untuk bersaing di tingkat nasional maupun global.