HP Inc. meluncurkan HP IQ dalam ajang HP Imagine 2026 sebagai bagian dari langkah strategis untuk bertransformasi dari produsen perangkat keras menjadi perusahaan AI full-stack. Dalam media briefing di New York City, Amerika Serikat, SVP Design & Innovation HP Imran Chaudhri dan SVP HP IQ Bethany Bongiorno menegaskan bahwa HP IQ bukan sekadar produk baru, melainkan fondasi ekosistem AI HP yang akan terus dikembangkan.
Chaudhri mengatakan HP IQ dirancang sebagai basis yang akan diperluas secara bertahap menuju sistem berbasis agen (agentic AI) melalui pembaruan rutin. Menurutnya, pendekatan ini ditujukan untuk menghadirkan lebih banyak alur kerja berbasis agen seiring waktu.
Salah satu latar belakang pengembangan HP IQ adalah kebutuhan pelanggan enterprise yang ingin memanfaatkan model bahasa besar, namun menghadapi kendala terkait tata kelola data, privasi, dan keamanan. Chaudhri menyebut banyak perusahaan tidak dapat mengirim data sensitif ke model AI publik.
Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, HP IQ mengusung pendekatan penalaran AI langsung di perangkat (on-device), dengan klaim kemampuan setara GPT, sehingga data tetap berada dalam kontrol pengguna. HP menyatakan pendekatan ini memungkinkan pekerja pengetahuan meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan keamanan, karena pemrosesan dilakukan di perangkat.
Peluncuran HP IQ juga mencerminkan pergeseran strategi HP menuju penyedia pengalaman terintegrasi lintas perangkat. HP memperkenalkan lapisan pengalaman baru bernama “Visor” untuk menghadirkan pengalaman yang konsisten saat pengguna berpindah antar perangkat dalam ekosistem mereka.
Strategi tersebut didukung teknologi Nearsense yang memungkinkan perangkat saling terhubung dan berkomunikasi, termasuk dengan perangkat di luar ekosistem HP. HP juga menggandeng Google dan Qualcomm untuk membangun interoperabilitas lintas platform, termasuk integrasi dengan Android. Fitur awal yang disiapkan mencakup kemampuan berbagi file cepat, dengan rencana perluasan ke berbagai penggunaan lain.
Dalam penjelasannya, Chaudhri turut mendefinisikan posisi HP di industri teknologi sebagai perusahaan AI full-stack. Konsep ini merujuk pada kemampuan perusahaan untuk tidak hanya menyediakan perangkat keras, tetapi juga model AI, orkestrasi sistem, hingga pengalaman pengguna.
HP menyebut HP IQ dibangun di atas model dengan sekitar 20 miliar parameter yang dioptimalkan agar dapat berjalan pada berbagai arsitektur chip, termasuk Intel, AMD, dan Qualcomm. Ke depan, HP menilai efisiensi model—melalui teknik seperti kompresi dan kuantisasi—akan menjadi kunci agar model yang lebih besar dapat berjalan pada perangkat dengan spesifikasi yang sama.
Meski peluncuran awal HP IQ difokuskan untuk pasar Amerika Serikat, HP menyatakan ekspansi global, termasuk ke Indonesia, masuk dalam roadmap perusahaan. Model HP IQ diklaim telah mendukung banyak bahasa, namun implementasi regional akan dilakukan bertahap untuk memastikan pengalaman pengguna tetap optimal di tiap pasar.
HP menekankan peluncuran HP IQ merupakan langkah awal dari rencana pengembangan yang lebih luas, termasuk memperkuat kemampuan AI berbasis agen, memperluas ekosistem lintas perangkat, serta menghadirkan inovasi di sisi perangkat keras dan perangkat lunak. “Hari ini adalah fondasi awal. Masih banyak yang akan datang,” demikian penegasan perusahaan.