Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melantik 13 tokoh nasional sebagai anggota Dewan Pendidikan Nasional (DPN) periode 2026–2031. Salah satu nama yang mendapat perhatian adalah Handi Irawan Djuwadi, CEO sekaligus pendiri Frontier, yang memiliki latar belakang di bidang riset, teknologi, dan bisnis.
Handi menyatakan komitmennya untuk membawa perspektif baru dalam kebijakan pendidikan, terutama terkait disrupsi teknologi. Ia berharap dapat memberi masukan agar kebijakan pendidikan Indonesia semakin berkualitas dan adaptif menghadapi tantangan global, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (AI).
“Saya berharap, sebagai pelaku bisnis yang memiliki passion di bidang pendidikan, saya dapat memberikan masukan bagi kebijakan pendidikan Indonesia agar semakin berkualitas. Apalagi dengan tantangan global dan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), proses pembelajaran harus semakin adaptif untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia,” ujar Handi dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).
Kehadirannya di DPN dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan nasional agar lebih relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Handi dikenal sebagai pakar pemasaran dan riset teknologi yang terlibat dalam sejumlah inisiatif nasional, seperti Top Brand Award, Hari Pelanggan Nasional, dan Hari Inovasi Indonesia.
Dalam konteks pendidikan, kemampuan Handi membaca data dan tren teknologi diharapkan dapat membantu pemerintah merumuskan kurikulum yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga tanggap terhadap integrasi AI. Penggunaan AI di ruang kelas juga dipandang sebagai kebutuhan untuk menjaga daya saing siswa Indonesia di tingkat global.
Meski dikenal sebagai praktisi bisnis dan teknologi, keterlibatan Handi dalam dunia pendidikan telah berlangsung cukup lama. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Pendidikan Kristen (MPK) yang menaungi ribuan sekolah di Indonesia. Ia juga tercatat sebagai anggota Dewan Pendidikan Tinggi (DPT) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kontribusi lainnya mencakup peran di sejumlah organisasi, antara lain Dewan Penasihat Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Kristen Indonesia (BKPTKI), serta Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Kristen Indonesia (BMPTKKI).
Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan DPN akan menjadi mitra strategis kementerian untuk menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompleks. Kolaborasi lintas disiplin tersebut juga diarahkan untuk mendukung Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Dengan dilantiknya Handi Irawan bersama 12 anggota lainnya, DPN diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang inovatif, inklusif, dan berbasis teknologi guna merespons dinamika zaman yang terus berubah.