Seorang guru di Kota Bekasi menekuni kegiatan menulis di Kompasiana dengan pendekatan reflektif dan ketertarikan pada pengamatan kehidupan sosial sehari-hari. Baginya, menulis menjadi cara untuk merekam jejak, menjaga kenangan, sekaligus mengolah pengalaman menjadi gagasan yang lebih jernih.
Latar masa kecilnya di Cisalak, Subang, turut membentuk sudut pandang dalam tulisan. Ia menyebut tumbuh dari kisah pasar tradisional, sawah, dan gunung yang menjadi bagian dari pengalaman awal hidupnya.
Dalam keseharian sebagai guru, ia merasa dekat dengan cerita murid, dunia pendidikan, serta perubahan sosial yang terjadi di sekitarnya. Kedekatan itu kemudian menjadi bahan utama dalam sejumlah tulisan yang ia bagikan.
Di Kompasiana, tema yang kerap diangkat meliputi pendidikan yang manusiawi, dinamika sosial budaya, serta kenangan kecil yang membentuk cara pandang. Ia juga menulis tentang berbagai fenomena keseharian, seperti kafe, pasar, hujan, dan keluarga.
Ia menegaskan prinsip bahwa tulisan yang baik tidak hanya menyampaikan pendapat, tetapi juga mengajak pembaca berhenti sejenak untuk merenung, tersenyum, atau tergerak untuk berubah.