BERITA TERKINI
Grab Pilih 5 Startup dari 180 Pendaftar untuk GVV Batch 8, Siap Dipertemukan dengan Investor

Grab Pilih 5 Startup dari 180 Pendaftar untuk GVV Batch 8, Siap Dipertemukan dengan Investor

Grab mengumumkan lima startup yang terpilih dalam program akselerator Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8. Kelima finalis tersebut dipilih dari total 180 pendaftar dan akan dipertemukan dengan investor.

Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, program ini dijalankan di tengah tantangan ekosistem startup, termasuk penurunan pendanaan dan tekanan ekonomi makro sejak tech winter 2022. Melalui GVV, Grab menyatakan komitmennya untuk memperkuat ekosistem startup lokal yang adaptif, berkelanjutan, dan siap melakukan scale-up.

Para finalis akan mengikuti program intensif selama enam bulan. Grab menyebut mereka akan mendapatkan pendampingan dari praktisi industri, peluang integrasi ke ekosistem digital Grab, pelaksanaan pilot project, serta kesempatan presentasi kepada calon investor dan mitra strategis.

Berikut lima startup finalis Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8:

CASION
Startup Indonesia di bidang jaringan pengisian kendaraan listrik (EV charging network). CASION menyediakan layanan pengisian cepat yang beroperasi 24 jam. Melalui aplikasi, pengguna dapat mencari lokasi stasiun, memantau status pengisian, dan melakukan pembayaran.

Jejakin
Startup climate-tech yang membantu individu dan organisasi memahami serta mengelola jejak karbon. Jejakin menyediakan platform terintegrasi yang mencakup perhitungan emisi, program penanaman pohon, monitoring, reporting, hingga verifikasi (MRV) berbasis AI, satelit, dan IoT. Startup ini berdiri pada 2020 dan telah bekerja sama dengan pihak swasta, BUMN, serta pemerintah untuk mendorong aksi iklim terukur.

Liberty Society
Perusahaan sosial bersertifikat B Corp yang bergerak di bidang merchandise dan pengalaman B2B ramah lingkungan. Liberty Society berfokus pada upcycling limbah menjadi produk atau kampanye yang mengedepankan keberlanjutan, sekaligus memberdayakan perempuan dari kelompok marjinal.

Rekosistem
Perusahaan teknologi climate-tech yang mendorong penerapan ekonomi sirkular dalam rantai pasok sampah, mulai dari pengumpulan, pemilahan, pengolahan hingga pemrosesan. Rekosistem mengelola 5.500 ton sampah per bulan melalui 15 Reko Hub, 40 Reko Waste Station, dan lebih dari 600 lokasi mitra. Perusahaan ini juga melayani lebih dari 90.000 rumah tangga dan 200 klien bisnis.

Sirsak
Startup B2B yang mengelola sampah kemasan pasca-konsumen, termasuk sampah bernilai rendah, yang dihasilkan perusahaan. Sirsak memiliki lebih dari 320 titik pengumpulan dan memanfaatkan digitalisasi untuk melibatkan berbagai pelaku dalam pengelolaan sampah. Sirsak menargetkan pengelolaan 100 ribu ton sampah kemasan dan pemberian BPJS kepada 50.000 pekerja persampahan pada 2030.

Grab juga menyoroti kondisi pendanaan startup. Laporan Outlook Ekonomi Digital 2025 yang dirilis CELIOS mencatat investasi di sektor startup digital turun hingga 66% pada 2023, dipicu ketidakpastian global yang berkepanjangan.

Meski demikian, Neneng menilai potensi startup Indonesia masih menjanjikan. Ia menyebut, selain perusahaan modal ventura, korporasi mulai berperan besar dalam pendanaan startup dengan kontribusi mencapai 34% terhadap total. Menurutnya, GVV Batch 8 tidak hanya menawarkan program akselerasi, tetapi juga akses ke ekosistem perbankan digital dan pembiayaan.