BERITA TERKINI
Google Rilis TurboQuant dan Gemma 4, Dorong AI di Ponsel Berjalan Tanpa Internet

Google Rilis TurboQuant dan Gemma 4, Dorong AI di Ponsel Berjalan Tanpa Internet

Google mengumumkan peluncuran teknologi TurboQuant dan model bahasa terbaru Gemma 4, yang diklaim menjadi lompatan besar dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) di perangkat seluler. Kombinasi keduanya diarahkan untuk mengurangi ketergantungan perangkat pintar pada komputasi berbasis cloud, sehingga ponsel dapat menjalankan tugas AI secara luring (offline) dengan pemrosesan yang lebih cepat dan lebih privat.

TurboQuant diperkenalkan sebagai teknologi kompresi memori untuk mengecilkan ukuran model AI tanpa mengurangi kemampuannya. Selama ini, kebutuhan memori yang besar menjadi salah satu hambatan utama agar model AI dapat berjalan langsung di perangkat. Dengan TurboQuant, Google menyatakan model yang sebelumnya membutuhkan infrastruktur server dapat dipadatkan agar dapat dijalankan di chipset ponsel.

Google juga menyebut penerapan TurboQuant dapat membuat pemrosesan data menjadi lima kali lebih cepat serta menurunkan konsumsi baterai hingga 40% dibandingkan metode konvensional.

Bersamaan dengan itu, Google merilis Gemma 4 sebagai generasi terbaru model AI open-source. Model ini dibangun di atas arsitektur yang sama dengan Gemini, namun dioptimalkan agar dapat berjalan secara lokal di perangkat (on-device).

Gemma 4 disebut memiliki jendela konteks yang luas sehingga mampu merangkum dokumen hingga ratusan halaman langsung di ponsel tanpa perlu mengunggahnya ke internet. Google juga menekankan aspek privasi karena pemrosesan data dilakukan di dalam perangkat, sehingga risiko kebocoran data ke pihak ketiga dapat ditekan. Selain itu, Gemma 4 diklaim mendukung kemampuan multimodal, yakni tidak hanya memahami teks, tetapi juga dapat menganalisis gambar dan suara secara real-time melalui kamera ponsel.

Bagi konsumen, kehadiran TurboQuant dan Gemma 4 berpotensi menghadirkan fitur AI yang tetap berfungsi tanpa koneksi internet, seperti penerjemahan bahasa instan saat menelepon, pengeditan foto berbasis AI, hingga asisten pribadi yang dapat menyesuaikan diri dengan kebiasaan pengguna.

Dalam peluncuran tersebut, seorang juru bicara Google menyatakan, “Kami tidak lagi membawa AI ke perangkat Anda; kami membangun perangkat yang ‘berpikir’ di dalamnya.”

Di sisi industri, langkah ini dipandang sebagai bagian dari persaingan dengan Apple yang juga memperkuat ekosistem Apple Intelligence. Dengan menjadikan Gemma 4 bersifat open-source, Google membuka peluang bagi pengembang di berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk membangun aplikasi tanpa harus bergantung pada biaya API cloud yang mahal.