Google resmi meluncurkan Gemma 4, keluarga model kecerdasan buatan (AI) terbuka yang dirancang lebih ringan, fleksibel, dan mudah dijalankan di berbagai perangkat—mulai dari ponsel, laptop, hingga server. Peluncuran ini menegaskan upaya Google untuk memperluas akses bagi pengembang yang ingin membangun produk AI dengan kontrol lebih besar.
Gemma 4 diposisikan sebagai keluarga “open model” yang dibangun dari riset dan teknologi yang sama dengan Gemini 3. Google menyebut model ini ditujukan untuk melengkapi ekosistem Gemini di kalangan pengembang, di tengah persaingan model terbuka yang semakin ramai.
Dalam konteks kebutuhan pengembang, Gemma 4 diarahkan untuk tetap efisien namun mampu menangani tugas-tugas modern seperti penalaran (reasoning), pemrograman (coding), analisis visual, hingga alur kerja berbasis agen. Google menawarkan beberapa varian agar penggunaan dapat disesuaikan dengan kemampuan perangkat, termasuk untuk skenario edge seperti ponsel.
Empat varian Gemma 4
Google menghadirkan empat versi Gemma 4 yang dibedakan berdasarkan jumlah parameter. Secara umum, model dengan parameter lebih besar berpotensi memberikan jawaban lebih baik, tetapi memerlukan perangkat keras yang lebih kuat.
Untuk perangkat edge seperti ponsel pintar, tersedia model “Efektif” dengan 2 miliar dan 4 miliar parameter. Sementara untuk kebutuhan komputasi yang lebih tinggi, tersedia model “Campuran Pakar” (Mixture of Experts/MoE) serta model “Padat” (Dense) berparameter lebih besar.
Rinciannya sebagai berikut:
• E2B: 2 miliar parameter, ditujukan untuk ponsel dan IoT. Model ini disebut dapat disesuaikan agar berjalan di bawah 1,5 GB memori dengan kuantisasi 2-bit.
• E4B: 4 miliar parameter, ditujukan untuk perangkat edge dan inferensi cepat.
• 26B A4B (MoE): 26 miliar total parameter, dirancang untuk inferensi server dengan latensi rendah.
• 31B (Dense/Padat): 31 miliar parameter, ditujukan untuk kualitas maksimum.
Performa dan kemampuan multimodal
Google menyatakan Gemma 4 dirancang untuk meningkatkan “kecerdasan per parameter”. Dalam pengujian yang disebutkan, varian 31B Dense mencatat skor 89,2% pada AIME 2026, yang dikaitkan dengan kemampuan penalaran matematika.
Seluruh model Gemma 4 juga mendukung pemrosesan gambar dan video. Selain itu, dua model yang lebih kecil—E2B dan E4B—disebut mampu memproses masukan audio dan memahami ucapan secara native.
Gemma 4 turut mendukung panggilan fungsi secara native, keluaran JSON terstruktur, serta instruksi sistem. Fitur-fitur ini ditujukan untuk membantu pengembangan agen otonom yang dapat memanfaatkan berbagai alat dan API.
Dirilis dengan lisensi Apache 2.0
Google merilis Gemma 4 di bawah lisensi Apache 2.0. Dengan lisensi ini, pengembang dapat mengunduh, memodifikasi, dan menggunakan model tanpa persyaratan royalti, selama atribusi diberikan.
Google juga menyebut perubahan lisensi ini menghilangkan batasan penggunaan bulanan aktif dan kebijakan penggunaan yang dapat diterima, sehingga memberikan kebebasan komersial penuh. Langkah tersebut dipandang sebagai tonggak bagi ekosistem model terbuka, karena memperluas ruang bagi peneliti dan pengembang untuk berinovasi.
Ketersediaan dan dukungan ekosistem
Gemma 4 tersedia melalui sejumlah platform, termasuk Hugging Face, Kaggle, dan Ollama. Google juga menyediakan akses melalui Google AI Studio serta Google AI Edge Gallery untuk kebutuhan model edge.
Dari sisi dukungan pengembangan, Gemma 4 disebut kompatibel dengan framework seperti Hugging Face Transformers dan MLX. Untuk penerapan di cloud, tersedia opsi melalui Vertex AI dan Google Kubernetes Engine. Google juga menyatakan Gemma 4 dioptimalkan untuk berbagai perangkat keras, termasuk infrastruktur AI NVIDIA dan TPU milik Google.
Bagi pengembang Android, Gemma 4 turut tersedia melalui AICore Developer Preview, yang ditujukan untuk memastikan kompatibilitas dengan Gemini Nano 4 yang disebut akan hadir.