Google berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) di ekosistem startup Indonesia melalui program Google for Startups Accelerator yang menjadi bagian dari inisiatif Google Bangkit Bersama AI. Kolaborasi ini juga melibatkan Garuda Sparks Innovation Hub dan dirancang sebagai program jangka panjang periode 2025–2029.
Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid menilai pengembangan startup tidak bisa hanya bertumpu pada pendanaan. Menurutnya, penguatan ekosistem membutuhkan dukungan lain seperti mentorship, jejaring industri, akses pasar, eksposur investor, serta ruang eksperimen yang terstruktur. Ia menambahkan, ekosistem perlu diaktivasi melalui program konkret dan kolaborasi strategis, termasuk kemitraan dengan Google bagi startup yang mengembangkan produk berbasis AI.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan Rabu (24/2/2026), Meutya juga menyoroti posisi Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Dengan populasi lebih dari 278 juta jiwa dan penetrasi internet 80,66 persen, disebutkan lebih dari 229 juta masyarakat telah terhubung ke ruang digital. Saat ini terdapat lebih dari 2.500 startup aktif, dan startup berbasis AI diproyeksikan menjadi motor transformasi digital berikutnya.
Sejak diluncurkan pada 2025, program ini telah membina 63 startup melalui Google for Startups Accelerator dan AI Solutions Lab Indonesia. Para pendiri startup memperoleh akses ke infrastruktur AI Google Cloud, pendampingan teknis intensif, dukungan pengembangan produk dari tahap eksplorasi hingga implementasi, serta akses jejaring industri dan investor.
Fokus pengembangan diarahkan pada sektor-sektor yang selaras dengan prioritas pemerintah, mulai dari kesehatan, pendidikan, keuangan, hingga pertanian. Program ini juga disebut telah mendorong lahirnya inovasi AI yang diterapkan di lapangan, termasuk pada sektor edukasi, pertanian, dan layanan kesehatan.
Director of Government Affairs & Public Policy Google Indonesia Putri Alam menekankan pentingnya dampak nyata AI. Ia menyatakan, potensi AI akan terasa ketika teknologi tersebut mampu menjawab kebutuhan yang terjadi di lapangan. Menurut Putri, peran Google adalah memastikan para founder memiliki perangkat dan infrastruktur yang tepat agar dampak tersebut dapat diperluas secara bertanggung jawab.