BERITA TERKINI
FTMM Universitas Airlangga dan RTIK Gelar Webinar Sains Data untuk Perluas Literasi Digital di Tuban

FTMM Universitas Airlangga dan RTIK Gelar Webinar Sains Data untuk Perluas Literasi Digital di Tuban

Ketimpangan pendidikan masih menjadi persoalan yang dirasakan, terutama di wilayah 3T. Kondisi ini menjadi tantangan bagi perguruan tinggi di Indonesia dalam mendukung terwujudnya SDG 4 tentang pendidikan bermutu.

Di Tuban, yang disebut sebagai wilayah desa terpencil, akses masyarakat terhadap literasi teknologi dan digital dinilai masih sangat terbatas. Padahal, pengetahuan teknologi dapat membantu masyarakat dalam menghadapi ketimpangan ekonomi dan sosial. Melalui Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM), Universitas Airlangga berkolaborasi dengan Komunitas Relawan TIK (RTIK) menyelenggarakan kegiatan edukasi berupa training workshop untuk memperkenalkan perkembangan teknologi.

Salah satu rangkaian kegiatan tersebut diwujudkan dalam seminar daring bertema “Teknologi Sains Data serta Potensi di Masa Depan” yang digelar pada Minggu (12/07/2020). Webinar ini diikuti masyarakat Tuban dan sekitarnya dari berbagai kelompok usia, sebagai bagian dari kerja sama RTIK dengan FTMM Universitas Airlangga.

Dosen FTMM Universitas Airlangga, M. Noor Fakhruzzaman, S.Kom., M.S, menjelaskan bahwa edukasi teknologi sains data dalam program ini berfokus pada pemahaman mengenai pengertian sains data serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. “Secara literal, sains itu ilmu, data itu data. Jadi sains data adalah ilmu yang mempelajari tentang data,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sains data bersifat multidisiplin, sehingga dapat dikaitkan dengan berbagai bidang seperti IPA, IPS, maupun bahasa. Sumber data untuk sains data dapat berasal dari beragam tempat, termasuk media sosial dan internet. Menurutnya, sumber data dapat dianalogikan sebagai “tambang emas” yang perlu diolah dengan cermat.

“Banyak hal yang berguna, dan banyak hal yang tidak berguna. Jadi, data scientist harus memilah-milah mana informasi yang berguna sehingga menghasilkan kesimpulan yang bermanfaat,” katanya.

Dalam pemaparannya, Fakhruzzaman menilai teknologi sains data memiliki potensi yang baik ke depan karena dapat diterapkan di berbagai sektor, seperti kesehatan atau medis, sosial dan komunikasi, industri, serta finansial dan bisnis.