BERITA TERKINI
FiberStar Catat Kenaikan Homepass dan Pelanggan Tersambung pada 2025, Targetkan 750 Ribu Homepass Baru di 2026

FiberStar Catat Kenaikan Homepass dan Pelanggan Tersambung pada 2025, Targetkan 750 Ribu Homepass Baru di 2026

Kebutuhan koneksi internet cepat kian menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari, termasuk dari rumah. Dalam konteks itu, PT Mega Akses Persada (FiberStar) menyatakan terus memperkuat perannya sebagai penyedia infrastruktur jaringan optik nasional yang melayani sektor residensial, komersial, dan korporasi di Indonesia.

FiberStar mengusung konsep neutral carrier yang melayani operator, penyedia layanan internet (ISP), pelaku bisnis, dan ekosistem digital lintas sektor melalui pengembangan jaringan backbone, metro, dan last-mile. Perusahaan menyebut fokusnya pada penyediaan konektivitas jaringan yang aman, stabil, dan mudah diintegrasikan dengan berbagai layanan digital.

Dalam acara buka puasa bersama media partner di Other Half, Jakarta Pusat, Selasa (4/3/2026), Network Planning Department Head FiberStar, Yudo Satrio, memaparkan pertumbuhan jaringan perusahaan sepanjang 2025. Jumlah homepass FiberStar meningkat menjadi 3.360.119 titik, naik dari 2.303.553 pada 2024 atau tumbuh 45,9% secara tahunan (YoY).

Pada periode yang sama, capaian home connected atau pelanggan tersambung disebut melonjak menjadi 489.211, dari 322.150 pada 2024 atau tumbuh 51,9% (YoY). Laju pertumbuhan pelanggan tersambung ini lebih cepat dibanding pertumbuhan homepass.

Perkembangan tersebut turut tercermin pada rasio pemanfaatan jaringan atau take rate (perbandingan home connected terhadap homepass) yang naik dari sekitar 14,0% pada 2024 menjadi sekitar 14,6% pada 2025. Menurut Yudo, peningkatan itu menggambarkan utilisasi infrastruktur yang semakin sehat seiring meningkatnya penetrasi layanan para mitra ISP dan pelaku usaha yang memanfaatkan jaringan FiberStar.

“Yang kami jaga bukan hanya seberapa luas jaringan bertambah, tapi seberapa efektif jaringan itu dipakai. Pada 2025, pertumbuhan home connected lebih cepat dibanding pertumbuhan homepass. Ini menunjukkan utilisasi makin solid dan jaringan yang dibangun benar-benar dimanfaatkan,” kata Yudo.

FiberStar juga menyampaikan panjang jaringannya kini mencapai 64.497.562 meter atau sekitar 64.498 km. Pengembangan dilakukan melalui pembangunan trase baru dan penguatan berlapis dari backbone, jaringan metro, hingga last-mile bersama mitra strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah serta menjaga konsistensi kualitas layanan di area dengan pertumbuhan permintaan tinggi.

“Utilisasi yang sehat harus ditopang desain jaringan yang siap dari hulu ke hilir. Karena itu kami memperkuat backbone, metro, hingga last-mile agar kapasitas lebih merata dan kualitas tetap konsisten ketika trafik tumbuh,” ujar Yudo.

Menatap 2026, FiberStar menyatakan akan melanjutkan perluasan homepass secara bertahap sekaligus mendorong peningkatan penetrasi layanan dan utilisasi infrastruktur melalui penguatan kolaborasi dengan mitra ISP dan pelaku usaha. Ekspansi juga disebut akan diselaraskan dengan kapasitas backbone dan jaringan metro agar perluasan dapat dieksekusi lebih efektif dan siap menghadapi lonjakan permintaan layanan digital.

Dalam rencana tersebut, FiberStar menetapkan target pembangunan sekitar 750.000 homepass baru sepanjang 2026. “Untuk 2026, fokus kami bukan hanya menambah cakupan, tetapi juga mendorong penetrasi dan utilisasi jaringan agar investasi infrastruktur makin produktif bagi mitra dan relevan bagi kebutuhan digital masyarakat. Sebagai neutral carrier, kami ingin mitra bisa lebih cepat memperluas layanan, sementara kami memastikan fondasinya siap dan andal,” tutur Yudo.

Perusahaan juga menyinggung sejumlah tantangan, mulai dari proses perizinan, kondisi konstruksi di lapangan, hingga ketidakseimbangan permintaan antarwilayah. Menurut FiberStar, berbagai mitigasi telah disiapkan sejak tahap perencanaan agar pembangunan berjalan tepat waktu dan berkelanjutan. “Eksekusi di lapangan memiliki banyak variabel, sehingga mitigasi harus disiapkan sejak tahap perencanaan agar rollout tetap on-track dan pembangunan berkelanjutan,” imbuh Yudo.

FiberStar menyatakan akan terus mengambil peran dalam pemerataan akses broadband di Indonesia melalui pembangunan jaringan yang merata dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan konektivitas nasional yang terus berkembang. Perusahaan juga menegaskan komitmennya mendukung transformasi digital masyarakat, termasuk sektor ekonomi kerakyatan.

Dalam kesempatan terpisah saat berbincang dengan Suara.com, Yudo menyebut FiberStar bermitra dengan sejumlah kementerian hingga Starlink, layanan internet satelit berkecepatan tinggi dan latensi rendah milik SpaceX. Ia mengatakan dukungan juga diarahkan untuk wilayah terpencil atau sulit dijangkau, termasuk bagi UMKM dan BUMDes yang membutuhkan akses untuk aktivitas e-commerce. “Saat itu nama kementerian masih Kominfo sebelum berubah menjadi Komdigi. UMKM yang kami dukung antara lain Batik Trusmi di Cirebon,” ujarnya.