Estée Lauder Companies (ELC) mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) dengan menjadikan partisipasi karyawan sebagai titik awal. Perusahaan meyakini kreativitas dapat muncul dari siapa pun di organisasi, sehingga ketika OpenAI meluncurkan ChatGPT, ELC meminta para pegawainya menyampaikan cara mereka akan memanfaatkan teknologi tersebut.
Menurut Raheel Khan, SVP of Foresight and Growth Intelligence di ELC, respons internal terhadap ajakan itu sangat besar. Lebih dari seribu karyawan mengirimkan beragam gagasan tentang penggunaan ChatGPT dalam pekerjaan mereka.
Minat tersebut kemudian mendorong ELC membentuk Lab GPT. Inisiatif ini merupakan grup lintas fungsi yang ditujukan untuk memberdayakan solusi bisnis yang bersifat eksperimental dan terus dikembangkan, termasuk pembuatan “GPT kustom” bersama ChatGPT.
Charmaine Pek, Direktur Adopsi ChatGPT Enterprise di ELC, menjelaskan bahwa fokus Lab GPT adalah menemukan contoh penggunaan yang berdampak tinggi dan mampu menghasilkan nilai bagi portofolio merek dan wilayah ELC yang beragam. Ia menambahkan, Lab GPT juga bertujuan mengidentifikasi pola dari berbagai contoh penggunaan yang dinilai bermakna, lalu memperkuat keberhasilan yang sudah terbukti agar dapat diperluas skalanya ke lebih banyak merek dan wilayah.