BERITA TERKINI
Enam Gadget Rilisan April 2026 yang Patut Diperhatikan, dari Headphone hingga Pemutar Hi-Fi

Enam Gadget Rilisan April 2026 yang Patut Diperhatikan, dari Headphone hingga Pemutar Hi-Fi

Sejumlah produsen teknologi merilis perangkat baru pada April 2026, mulai dari perangkat audio premium hingga aksesori penunjang produktivitas. Berikut enam gadget yang mencuri perhatian berkat pembaruan fitur, pendekatan desain, maupun teknologi yang dibawanya.

1. AirPods Max 2
Apple akhirnya membawa pembaruan yang lebih signifikan lewat AirPods Max 2. Generasi pertama yang meluncur pada akhir 2020 sempat menuai keluhan, mulai dari bobot yang berat, case yang dinilai kurang praktis, daya tahan baterai sekitar 20 jam, hingga bantalan kepala mesh yang mudah kempes. Pembaruan pada 2024 hanya menghadirkan port USB-C dan warna baru tanpa menyentuh masalah utama tersebut. Pada 2026, AirPods Max 2 hadir dengan chip H2 untuk peningkatan noise cancellation dan fitur pintar yang lebih lengkap. Selain itu, perangkat ini kini dapat digunakan secara wired melalui USB-C.

2. Plaud NotePin S
PLAUD menghadirkan perangkat pencatat otomatis NotePin S yang ditujukan untuk pengguna dengan agenda rapat padat. Perangkat ini dapat dipakai di leher atau pergelangan tangan. Pengguna cukup menekan tombol untuk merekam percakapan, melakukan transkripsi otomatis, memisahkan pembicara, lalu mengolah hasilnya menjadi informasi yang lebih mudah dipahami. PLAUD juga menekankan aspek keamanan data untuk menjawab kekhawatiran privasi.

3. Logitech Pro X2 Superstrike
Logitech memperkenalkan Pro X2 Superstrike dengan pendekatan berbeda pada mekanisme klik. Mouse ini mengusung teknologi Haptic Inductive Trigger System (HITS) yang menggantikan klik mekanis konvensional dengan kumparan elektromagnetik. Dengan sistem tersebut, tidak ada komponen yang saling bersentuhan saat tombol ditekan, sementara sensasi klik dihasilkan melalui haptic feedback. Selain menjanjikan latensi rendah, pendekatan ini disebut berpotensi meningkatkan daya tahan karena mengurangi risiko keausan yang umum terjadi pada microswitch.

4. IKEA Kallsup
IKEA ikut meramaikan pasar audio lewat speaker Bluetooth Kallsup yang diperkenalkan di CES 2026. Fitur utamanya adalah daisy-chain, memungkinkan banyak speaker terhubung secara nirkabel hingga 100 unit sekaligus—bisa dimanfaatkan untuk sistem suara sederhana atau kebutuhan seperti speaker PC. Desainnya dibuat minimalis agar mudah menyatu dengan dekorasi ruangan. Namun, ada sejumlah catatan: Kallsup tidak memiliki tombol off, pengatur volume, maupun indikator baterai, dan daya tahan baterainya sekitar 9 jam per pengisian. Produk ini lebih diarahkan sebagai speaker Bluetooth yang murah dan fleksibel, bukan untuk mengejar kualitas audio premium.

5. FiiO M33 R2R
FiiO merilis M33 R2R sebagai pemutar musik hi-fi yang menonjolkan teknologi R2R 24-bit, chip XMOS XU316, serta sistem audio DAPS yang diklaim menghasilkan suara akurat tanpa kompromi. Perangkat ini menjalankan Android dengan chipset Snapdragon 680, RAM 8GB, dan penyimpanan 128GB untuk menampung koleksi lagu lossless. Dengan daya output 1100mW, M33 R2R disebut kompatibel dengan berbagai IEM maupun headphone kelas atas, sekaligus menjadi opsi awal yang kuat bagi pengguna yang ingin serius menjelajahi audio hi-fi.

6. Sony WF-1000XM6
Sony WF-1000XM6 hadir sebagai salah satu pilihan TWS premium, terutama bagi pengguna yang mengutamakan kualitas suara. Dibanding pesaing seperti AirPods Pro 3 dan Bose QC Ultra 2, perangkat ini disebut menawarkan performa audio yang sulit ditandingi pada rentang harganya. Dari sisi desain, perubahannya tidak drastis, namun Sony kini menggunakan material daur ulang dan menghadirkan case yang bisa berdiri sendiri. Meski begitu, beberapa kelemahan generasi sebelumnya masih tersisa, seperti software yang dinilai belum sempurna, peningkatan baterai yang tidak signifikan, serta ukuran yang relatif besar. Bagi pengguna yang sudah menyukai XM5 atau XM4 dan ingin naik kelas, XM6 tetap layak dipertimbangkan.

Deretan perangkat ini menunjukkan arah pasar gadget yang kian beragam: ada yang mengejar peningkatan teknologi inti, ada pula yang menonjolkan fleksibilitas penggunaan. Pilihan akhirnya bergantung pada kebutuhan—apakah untuk produktivitas, gaming, atau pengalaman audio yang lebih serius.