BERITA TERKINI
Empat Etika yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Facebook

Empat Etika yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Facebook

Meski Facebook sudah lama digunakan banyak orang, pengguna tetap perlu memperhatikan sejumlah aturan tak tertulis dalam berinteraksi di platform tersebut. Pasalnya, pengguna tidak berada sendirian di Facebook—ada teman dekat, rekan kerja, hingga keluarga yang ikut melihat berbagai unggahan.

Apa pun yang dibagikan, mulai dari status, komentar, pemikiran, foto, hingga video, dapat mencerminkan diri pengguna. Karena itu, penting menerapkan etika dan sopan santun agar tidak memicu emosi maupun sentimen negatif dari pengguna lain.

1. Mengumbar kemesraan secara berlebihan

Mengunggah status, foto, atau video bersama pasangan pada dasarnya sah dilakukan. Namun, pengguna disarankan tidak berlebihan dalam menampilkan kemesraan di linimasa. Jika ingin berkomunikasi lebih personal, aplikasi pesan instan dinilai lebih aman dan bersifat privat.

2. Mengirim undangan gim tanpa memilah penerima

Tidak semua pengguna Facebook menyukai atau memahami gim. Karena itu, sebaiknya pengguna memilih terlebih dahulu teman yang memang tertarik bermain gim sebelum mengirim undangan atau siaran ajakan bermain.

3. Melakukan kampanye secara berlebihan

Facebook dapat menjadi sarana kampanye yang kuat, tetapi platform ini tidak hanya berisi isu politik. Pengguna perlu memahami konteks dan batasan saat ingin menyuarakan dukungan terhadap sesuatu, termasuk partai politik. Dalam artikel tersebut, kampanye dianjurkan dilakukan langsung di dunia nyata tanpa harus diumbar berlebihan di media sosial.

4. Terlalu sering mengunggah foto anak

Mengunggah foto anak diperbolehkan, tetapi pengguna disarankan tidak membagikan setiap momen aktivitas bayi atau anak ke media sosial. Selain itu, privasi anggota keluarga juga perlu dihargai karena unggahan yang terlalu sering dapat mengekspos identitas keluarga dan berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

  • Batasi unggahan yang terlalu personal agar tetap nyaman bagi orang lain.
  • Pilah penerima saat membagikan undangan atau konten tertentu.
  • Perhatikan konteks saat menyampaikan pandangan, termasuk soal politik.
  • Utamakan privasi keluarga, terutama saat membagikan foto anak.