BERITA TERKINI
Empat Aplikasi Haji Ringan Tanpa Iklan untuk Pemula, dari Haji Pintar hingga Nusuk

Empat Aplikasi Haji Ringan Tanpa Iklan untuk Pemula, dari Haji Pintar hingga Nusuk

Persiapan dan pelaksanaan ibadah haji kini semakin terbantu oleh teknologi digital. Bagi jemaah yang baru pertama kali berangkat, pemilihan aplikasi yang ringan dan bebas iklan dinilai penting agar penggunaan ponsel tidak menambah beban, baik dari sisi konsumsi baterai maupun kerumitan pengoperasian.

Sejumlah aplikasi yang banyak digunakan jemaah merupakan produk resmi pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi. Selain memudahkan akses informasi dan layanan, aplikasi resmi umumnya menawarkan antarmuka yang lebih sederhana serta dukungan fitur operasional yang dibutuhkan selama berada di Tanah Suci.

Berikut empat rekomendasi aplikasi haji ringan tanpa iklan untuk pemula, beserta gambaran fungsi utamanya.

1. Haji Pintar (Kementerian Agama RI)
Haji Pintar merupakan aplikasi resmi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI. Aplikasi ini dirancang untuk mendampingi jemaah Indonesia dan disebut ringan serta bebas iklan komersial.

Fitur yang tersedia antara lain pengecekan estimasi keberangkatan, informasi akomodasi dan katering, jadwal salat, kumpulan doa manasik dalam bentuk teks dan audio, hingga fitur navigasi untuk membantu pencarian lokasi, termasuk saat jemaah terpisah dari rombongan.

Untuk mengecek estimasi keberangkatan, jemaah dapat masuk ke menu Pelayanan, memilih Informasi Jemaah Haji, lalu Estimasi Keberangkatan, kemudian memasukkan 10 digit Nomor Porsi. Sementara fitur peta dapat diakses melalui menu Pelayanan dan Layanan Luar Negeri untuk memilih peta yang dibutuhkan, seperti peta akomodasi, transportasi, atau area Arafah dan Mina.

2. Nusuk (Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi)
Nusuk merupakan aplikasi resmi Pemerintah Arab Saudi yang disebut wajib dimiliki jemaah haji maupun umrah. Aplikasi ini menjadi pintu utama pengurusan izin (tasrih) untuk beribadah di area tertentu, termasuk izin masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi. Tanpa pendaftaran di Nusuk, jemaah tidak diperkenankan masuk ke Raudhah.

Pengguna diminta membuat akun dengan memilih status sebagai pengunjung internasional, lalu mengisi data seperti nomor paspor, kewarganegaraan, nomor visa, email, nomor telepon, serta kata sandi. Setelah verifikasi melalui kode OTP, jemaah dapat melakukan pemesanan izin Raudhah melalui menu Rawdah (Book Permit) dengan memilih tanggal dan jam yang tersedia. Aplikasi kemudian menerbitkan QR Code yang dapat ditunjukkan kepada petugas di pintu masuk.

3. Tawakkalna (Otoritas Data dan AI Arab Saudi)
Tawakkalna awalnya dikenal sebagai aplikasi pelacakan kesehatan, namun berkembang menjadi identitas digital resmi di Arab Saudi, termasuk bagi jemaah haji. Aplikasi ini terintegrasi dengan Nusuk untuk menampilkan “Kartu Nusuk Digital” sebagai identitas dan akses ke berbagai area suci.

Pendaftaran dilakukan dengan memilih status Visitor/Pengunjung, lalu mengisi data sesuai paspor seperti nomor paspor, kewarganegaraan, dan tanggal lahir. Setelah masuk, kartu digital dapat diakses melalui halaman Personal pada menu Cards (Kartu-Kartu) untuk kemudian dipindai petugas ketika diperlukan.

4. Panduan Umrah Haji GPS Counter (aplikasi non-pemerintah berbasis offline)
Selain aplikasi resmi, ada pula aplikasi non-pemerintah yang digunakan sebagian jemaah karena beroperasi secara offline dan disebut tidak menyisipkan iklan. Salah satu contoh yang disebut dalam referensi adalah aplikasi sejenis buatan UAUA Apps.

Aplikasi ini menyediakan peta Masjidil Haram secara offline serta penghitung putaran tawaf dan sa’i berbasis GPS. Pengguna disarankan mengunduh aplikasi sebelum berangkat dan memastikan izin akses lokasi (GPS) aktif. Saat berada di area Masjidil Haram, pengguna dapat membuka fitur penghitung tawaf dan tetap mematikan paket data, sementara ponsel memanfaatkan GPS untuk mendeteksi pergerakan dan menghitung putaran.

Alasan memilih aplikasi ringan dan tanpa iklan
Dalam referensi yang sama, aplikasi haji tanpa iklan disebut memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, membantu menjaga kekhusyukan karena tidak ada gangguan pop-up atau banner. Kedua, menghemat baterai dan kuota internet, terutama saat penggunaan roaming. Ketiga, dari sisi privasi, aplikasi resmi dinilai lebih aman karena dikelola institusi pemerintah. Keempat, performa cenderung stabil karena tidak membebani memori dan RAM. Kelima, tampilan yang lebih bersih dinilai ramah bagi pemula dan lansia.

Klarifikasi soal isu “haji gratis”
Masih dalam rangkaian informasi terkait haji, Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag melalui akun Instagram resminya @penais.kemenag menyatakan informasi mengenai pemberangkatan haji gratis tidak benar atau hoaks.