Anggota DPRD Kota Medan dr Faisal Arbie M Biomed menerima keluhan warga terkait sistem pelayanan kesehatan yang mewajibkan pendaftaran melalui aplikasi saat berobat, terutama bagi pasien umum dari kalangan lanjut usia (lansia). Ia meminta BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menyederhanakan mekanisme layanan berbasis aplikasi tersebut.
“Kewajiban pendaftaran saat berobat dengan melalui aplikasi online perlu disederhanakan atau diperbaharui. Aplikasi itu supaya lebih disederhanakan,” kata Faisal Arbie menanggapi keluhan warga.
Pernyataan itu disampaikan Faisal Arbie saat menggelar Sosialisasi Peraturan (Sosper) ke IV Tahun 2026 produk hukum Pemerintah Kota Medan, yakni Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan, di Jalan Thamrin, Kelurahan Pandau Hilir, Kecamatan Medan Perjuangan, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, keluhan warga dapat dimaklumi karena banyak pasien lansia yang gagap teknologi, tidak bisa menggunakan ponsel Android, bahkan tidak memiliki perangkat maupun paket data. Kondisi itu dinilai berpotensi menyulitkan warga untuk mengakses layanan kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, Faisal Arbie menyampaikan kehadirannya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai isi Perda tentang sistem kesehatan. Ia juga menegaskan posisinya sebagai wakil rakyat bagi seluruh warga.
“Hari ini saya datang sebagai wakil rakyat dan milik semua warga. Bukan karena ikut memilih saya atau tidak saat pencalegkan lalu. Sekarang saya milik semua warga dan tanggungjawab saya memperhatikan kebutuhan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat menjadikan forum tersebut sebagai ruang menyampaikan keluhan untuk mencari solusi, bukan untuk menghujat. Faisal Arbie juga menyebut masih banyak masyarakat yang kecewa terhadap pelayanan kesehatan. Sejalan dengan itu, DPRD Medan disebut tengah menggodok revisi Perda Sistem Kesehatan untuk memperkuat aturan yang menguntungkan masyarakat.
Faisal Arbie turut meminta warga melaporkan apabila menemukan layanan kesehatan yang dinilai buruk, seperti pasien ditolak dengan alasan kamar penuh atau diminta pulang lebih awal meski belum pulih. “Laporkan sama saya, sama sama kita datangi rumah sakitnya, dan tidak perlu diviralkan,” katanya.
Di akhir kegiatan, ia mengajak masyarakat tetap peduli menjaga kesehatan, melakukan pencegahan penyakit sejak dini, serta memanfaatkan fasilitas pemerintah dengan layanan kesehatan gratis.