Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau masih merampungkan program WiFi gratis yang masuk dalam program prioritas daerah. Namun, pelaksanaan program tersebut dinilai belum berjalan mulus karena konektivitas yang kurang stabil dan bahkan tidak berfungsi, sehingga belum sepenuhnya dimanfaatkan masyarakat.
Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, kembali meminta Pemkab Berau mengelola layanan internet gratis secara serius dan profesional agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga.
“Kita respon apa yang menjadi keluhan masyarakat, dan saya kerap mendapat keluhan soal ini,” ujar Thamrin.
Menurutnya, WiFi gratis merupakan bagian dari layanan publik yang bertujuan mempermudah akses informasi dan pendidikan, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pengelolaannya dinilai tidak boleh dilakukan setengah-setengah.
“Ini program layanan untuk masyarakat, jadi harus dikelola dengan baik,” katanya.
Thamrin menilai pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) teknis perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan WiFi gratis. Evaluasi itu mencakup aspek teknis jaringan, pemeliharaan perangkat, hingga pengawasan penggunaan.
“Kalau sudah disediakan, kualitasnya juga harus dijaga,” ucapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya keberadaan WiFi gratis, terutama bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang membutuhkan akses internet untuk menunjang kegiatan belajar maupun usaha kecil.
“Di era digital saat ini, akses internet sudah menjadi kebutuhan dasar yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Thamrin berharap program WiFi gratis tidak hanya berorientasi pada pemasangan fasilitas, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah memastikan anggaran pemeliharaan dan pengelolaan dialokasikan secara tepat.