BERITA TERKINI
Dosen UBSI Edukasi Kader Posyandu di Tangerang soal Dampak Gadget pada Anak Usia Dini

Dosen UBSI Edukasi Kader Posyandu di Tangerang soal Dampak Gadget pada Anak Usia Dini

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) memberikan edukasi mengenai dampak penggunaan gadget pada anak usia dini di Posyandu Mawar A, Kelurahan Sukasari, Tangerang, Minggu (26/4).

Kegiatan ini menyasar kader Posyandu di lingkungan RW 13 yang berperan sebagai garda terdepan pemberi informasi kesehatan kepada orang tua di tingkat akar rumput. Program tersebut diharapkan membantu masyarakat mengontrol penggunaan teknologi digital di lingkungan keluarga.

Ketua Pelaksana PKM, Richky Faizal Amir, mengatakan pemilihan lokasi kegiatan didasari kebutuhan warga akan informasi literasi digital yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kader memiliki peran penting untuk menyebarkan edukasi kepada para ibu di Kelurahan Sukasari.

“Kami ingin membekali para kader agar mereka mampu menjadi jembatan informasi bagi orang tua. Fokus utamanya adalah bagaimana mengarahkan penggunaan teknologi agar tidak mengganggu tumbuh kembang anak,” ujar Richky, Minggu (26/4) pagi.

Pemateri utama, Amin Nur Rais, memaparkan bahwa paparan layar yang berlebihan dapat memengaruhi perkembangan kognitif dan interaksi sosial anak. Ia menekankan pentingnya pendampingan orang tua saat anak berinteraksi dengan perangkat digital.

“Anak usia dini berada dalam masa keemasan perkembangan otak. Penggunaan gadget tanpa kontrol dapat memicu ketergantungan dan menghambat kemampuan komunikasi verbal mereka,” kata Amin di hadapan peserta.

Ia menambahkan, orang tua perlu menerapkan aturan waktu layar atau screen time yang ketat sesuai rekomendasi ahli kesehatan. Amin juga mengingatkan agar gadget tidak dijadikan “pengasuh elektronik” hanya untuk menenangkan anak yang sedang rewel.

Selain melibatkan dosen, di antaranya Andreyestha dan Muhammad Rifqi Firdaus, kegiatan ini juga dibantu mahasiswa, yakni Ryan Andreyas A Lodah dan Ismail Yoga Musofa, yang turut mendukung jalannya diskusi serta simulasi pengendalian penggunaan gadget.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias membahas tantangan yang kerap dihadapi orang tua saat membatasi akses perangkat digital pada anak di rumah.

Richky berharap edukasi ini tidak berhenti pada sesi sosialisasi, melainkan dapat menjadi agenda rutin kader Posyandu dalam pertemuan bulanan. “Menciptakan lingkungan digital yang sehat menjadi langkah awal untuk menjaga kualitas pertumbuhan generasi masa depan di Kelurahan Sukasari,” ujarnya.