BERITA TERKINI
Dosen IPB Kembangkan Swarm Drone Berbasis AI untuk Pemantauan Pertanian Dalam Ruangan

Dosen IPB Kembangkan Swarm Drone Berbasis AI untuk Pemantauan Pertanian Dalam Ruangan

Teknologi drone dan kecerdasan buatan (AI) kian membuka peluang penerapan pertanian presisi. Menjawab kebutuhan tersebut, dua dosen Program Studi Ilmu Komputer, Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika (SSMI) IPB University, Karlisa Priandana dan Medria Kusuma Dewi Hardhienata, mengembangkan teknologi swarm drone untuk mendukung pertanian cerdas, khususnya pada sistem indoor farming.

Karlisa menjelaskan, swarm drone awalnya dikembangkan untuk membantu pemantauan atau surveillance pada pertanian dalam ruangan. Sistem ini dirancang sebagai sekumpulan drone kecil yang bekerja secara koordinatif, menyerupai pola kerja segerombolan lebah. Pernyataan itu disampaikan Karlisa melalui keterangan tertulis pada Rabu, 4 Maret 2026.

Indoor farming sendiri merupakan teknik budi daya yang tidak bergantung pada cuaca dan iklim karena faktor-faktor seperti suhu, cahaya, dan kelembapan dapat dikendalikan. Kondisi tersebut menuntut pemantauan tanaman secara berkelanjutan agar pengelolaan lingkungan tumbuh tetap optimal.

Selama ini, pemantauan umumnya mengandalkan kamera atau sensor statis. Namun, perangkat statis berpotensi mengalami gangguan atau kerusakan. Menurut Karlisa, swarm drone dapat berfungsi sebagai pelapis atau cadangan ketika sensor statis bermasalah, sehingga proses pemantauan tetap berjalan.

Setiap drone dalam sistem ini dilengkapi kamera multispektral dan sensor lingkungan yang terintegrasi dengan sistem internet of things (IoT). Dengan perangkat tersebut, drone dapat mengumpulkan data kondisi tanaman secara lebih menyeluruh.

Medria menambahkan, data yang dikumpulkan dari lapangan dikirimkan secara real-time ke komputer pusat untuk dianalisis menggunakan model AI. Hasil analisis itu, menurutnya, dapat membantu petani atau operator mengambil keputusan secara cepat, akurat, dan berbasis data, dengan harapan produktivitas serta kualitas tanaman meningkat.

Selain mengumpulkan citra tanaman, drone juga memanfaatkan algoritma cerdas untuk mengidentifikasi jenis tanaman secara otomatis. Sistem komunikasi berbasis AI memungkinkan drone saling berinteraksi, mengatur formasi, dan menyesuaikan posisi tanpa bertabrakan, termasuk saat beroperasi di ruang indoor farming yang sempit.

Ke depan, Medria menyebut teknologi swarm drone diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi pertanian modern, tetapi juga mendukung praktik budi daya yang lebih ramah lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi berbasis data.