BERITA TERKINI
Dokter: Kecanduan Gawai pada Anak Bisa Dihentikan dalam 2 Minggu hingga 1 Bulan, Asal Orangtua Konsisten

Dokter: Kecanduan Gawai pada Anak Bisa Dihentikan dalam 2 Minggu hingga 1 Bulan, Asal Orangtua Konsisten

Jakarta — Kecanduan gawai pada anak dinilai dapat dihentikan dalam waktu relatif singkat, asalkan orangtua konsisten menerapkan pembatasan sekaligus mengalihkan perhatian anak ke aktivitas lain.

Dokter Anak dan Ahli Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Bernie Endyarni Medise, mengatakan proses penghentian penggunaan gawai umumnya membutuhkan waktu sekitar dua minggu hingga satu bulan. Berdasarkan pengalamannya menangani pasien, penghentian total dalam 1–2 minggu memungkinkan dilakukan, meski pada awalnya anak bisa menjadi lebih rewel atau mudah marah.

Menurut Bernie, reaksi awal tersebut wajar karena anak terbiasa memperoleh stimulasi cepat dan menyenangkan dari gawai. Ia menjelaskan, hal itu berkaitan dengan pelepasan dopamin di otak yang membuat anak terdorong untuk terus mengulang aktivitas yang sama.

“Ini yang akhirnya anak akan berusaha lagi untuk mendapatkan hal itu. Lagi dan lagi akhirnya akan terjadi kecanduan atau ketergantungan juga adiksi terhadap kegiatan tersebut,” kata Bernie di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Bernie menekankan, orangtua tidak cukup hanya menghentikan penggunaan gawai. Anak juga perlu diajak melakukan kegiatan lain yang menarik agar perhatian mereka teralihkan, seperti aktivitas fisik, permainan tradisional, maupun aktivitas sederhana di rumah.

“Orangtua harus mengalihkan. Orangtua juga harus mengajak melakukan sesuatu yang cukup menarik juga bagi anak, sehingga anak tertarik untuk melakukannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsistensi menjadi kunci dalam proses tersebut. Setelah melewati masa awal, anak umumnya mulai terbiasa tanpa gawai. Dalam banyak kasus, setelah sekitar dua minggu hingga paling lama satu bulan, anak tidak lagi mencari gawai jika tidak diberikan.

Selain membatasi akses, Bernie juga mengingatkan pentingnya peran orangtua sebagai panutan. Ia menyarankan agar orangtua tidak bermain gawai di depan anak pada masa penghentian, karena hal itu dapat memicu anak kembali meminta gawainya.