Docplanner, startup kesehatan digital yang mengoperasikan salah satu platform terbesar di dunia, berencana memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan basis data medisnya. Langkah ini dinilai berpotensi membuka era baru dalam diagnostik sekaligus mempersiapkan perusahaan menuju penawaran umum perdana (IPO).
Perusahaan yang didirikan di Polandia pada 2012 ini mengoperasikan platform pemesanan dan penjadwalan konsultasi dokter secara online. Saat ini, Docplanner menghubungkan sekitar 100 juta pengguna bulanan dengan 2,8 juta tenaga medis.
Pendiri sekaligus CEO Docplanner, Mariusz Gralewski, mengatakan perusahaan berencana menggunakan data pasien—dengan persetujuan pasien—untuk membuat berkas medis yang dapat dianalisis oleh model AI. Menurutnya, tujuan utama dari pemanfaatan tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan diagnostik.
Gralewski juga menyebut keunggulan data yang dimiliki Docplanner, yang kini bermarkas di Amsterdam, Belanda, dapat memberi perusahaan posisi awal yang lebih kuat dibandingkan sejumlah pesaing seperti OpenAI dan Anthropic. Kedua perusahaan tersebut baru-baru ini mengumumkan solusi AI yang ditujukan khusus untuk sektor medis.