BERITA TERKINI
Diskominfo Kaltim Targetkan 39 Desa Tersisa Terkoneksi Internet pada Semester I 2026

Diskominfo Kaltim Targetkan 39 Desa Tersisa Terkoneksi Internet pada Semester I 2026

SAMARINDA—Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan seluruh desa di wilayahnya terkoneksi internet pada semester I 2026 sebagai bagian dari program “Merdeka Sinyal”. Hingga awal 2026, sebanyak 802 dari total 841 desa disebut telah menikmati layanan internet gratis, menyisakan 39 desa yang menjadi fokus penyelesaian tahun ini.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, mengatakan penyediaan akses internet desa merupakan langkah untuk memperkecil kesenjangan digital di Kalimantan Timur. Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Senin (2/3/2026).

Faisal memaparkan capaian pemasangan internet desa di sejumlah kabupaten. Penajam Paser Utara (PPU) disebut telah tuntas 100 persen. Di Kutai Kartanegara, 188 desa sudah terpasang dan tersisa lima desa. Kutai Timur mencatat 136 desa terpasang dengan sisa tiga desa. Mahakam Ulu disebut telah menuntaskan pemasangan di 50 desa. Di Paser, 131 desa telah terpasang dan tersisa delapan desa. Kutai Barat mencatat 167 desa terpasang dengan sisa 23 desa, sementara Berau tinggal menyisakan satu desa yang masih dalam proses.

Dengan demikian, 39 desa yang masih menjadi pekerjaan rumah tersebar di Berau (1 desa), Kutai Barat (23 desa), Kutai Kartanegara (5 desa), Kutai Timur (2 desa), dan Paser (8 desa).

Diskominfo mengakui salah satu kendala utama adalah ketersediaan listrik permanen. Menurut Faisal, layanan internet tidak dapat beroperasi optimal bila pasokan daya tidak stabil. Ia menyebut ada desa yang meminta pemasangan tetap dilakukan dengan bantuan genset, namun ketika genset berhenti beroperasi, layanan internet turut terhenti. Sejumlah desa, kata dia, kemudian berinovasi memanfaatkan energi alternatif seperti tenaga surya dan tenaga air.

Untuk menjangkau kondisi geografis Kalimantan Timur yang beragam, Diskominfo menerapkan kombinasi tiga teknologi, yakni fiber optik untuk 439 desa, satelit untuk 232 desa, dan seluler untuk 131 desa melalui penguatan sinyal operator.

Dalam upaya mengejar target penyelesaian, Pemprov Kaltim juga bekerja sama dengan sejumlah penyedia layanan, antara lain Telkom Indonesia, Telkomsel, Comtelindo, Icon Plus, Telkomsat, Basecamp, dan PSN. Faisal menegaskan pihaknya berkomitmen memastikan seluruh desa di Kalimantan Timur terpasang internet sesuai target tahun ini.