Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu menyiapkan langkah preventif untuk melindungi siswa dari dampak disrupsi teknologi dan arus informasi yang semakin deras. Upaya itu dilakukan melalui pelatihan penguatan karakter bagi kepala sekolah dan guru terpilih, hasil kolaborasi dengan Tim Inovasi (kemitraan Indonesia–Australia) serta Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kegiatan digelar di Hortensia Resto, Selasa (14/4).
Kepala Disdik Kota Batu, Alfi Nurhidayat PhD, menekankan pentingnya penerapan budaya aman di sekolah sebagai fondasi dalam ekosistem pendidikan saat ini. Ia menyoroti kemudahan akses gawai pada anak-anak sebagai situasi yang dapat membawa manfaat sekaligus risiko jika tidak diantisipasi sejak dini.
Menurut Alfi, arus informasi yang sangat cepat perlu diimbangi pendampingan dan pembatasan yang tepat. Tanpa itu, akses gawai yang bebas berpotensi memicu risiko perundungan siber, pelecehan, serta dampak negatif lain terhadap kondisi mental siswa.
Dalam pelatihan tersebut, para pendidik dibekali modul yang menitikberatkan pada empat pilar budaya aman sekolah. Pilar pertama adalah penanaman nilai moral melalui metode inovatif agar guru dapat menginternalisasi karakter kuat pada siswa. Pilar kedua berfokus pada penciptaan lingkungan aman dan nyaman, yakni memastikan sekolah bebas dari tekanan fisik maupun psikologis.
Pilar ketiga menekankan literasi digital, termasuk edukasi pembatasan informasi negatif dan pencegahan perilaku perundungan di dunia maya. Sementara pilar keempat adalah kesetaraan sosial, dengan tujuan mencegah adanya sekat superioritas antarsiswa yang dapat memicu intimidasi.
Alfi menyampaikan Kota Batu terpilih sebagai salah satu dari dua daerah di Indonesia yang menjadi proyek percontohan program internasional tersebut, bersama Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Ia menambahkan, Kota Batu menjadi satu-satunya perwakilan dari Jawa Timur dalam program ini.
Saat ini, pelatihan masih menyasar jenjang sekolah dasar (SD) di Kecamatan Bumiaji dan Junrejo. Namun, Disdik Kota Batu menargetkan perluasan pelaksanaan ke Kecamatan Batu dalam waktu dekat.
Selain itu, Disdik juga merencanakan ekspansi program hingga jenjang SMP dan melibatkan wali murid agar tercipta sinergi antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Alfi menegaskan, penguatan budaya aman sekolah diharapkan dapat menjangkau seluruh elemen pendidikan untuk memastikan proses belajar mengajar berlangsung aman, nyaman, dan inklusif bagi semua peserta didik.