Beberapa tahun lalu, kesempatan kerja bagi siswa di daerah kerap terasa terbatas. Dunia kerja di kota besar seolah jauh, informasi tidak mudah diakses, dan peluang dianggap lebih dekat bagi mereka yang tinggal di pusat kota.
Namun situasi itu kini berubah seiring berkembangnya digitalisasi. Perubahan ini, menurut seorang kepala sekolah SMK di daerah, terlihat nyata dalam proses belajar mengajar yang semakin terhubung dengan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Di sekolahnya, siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan mempelajari cara membangun server serta mengelola layanan cloud. Siswa Akuntansi mengerjakan laporan keuangan menggunakan aplikasi daring. Sementara itu, siswa Desain Pemodelan mengirim rancangan bangunan melalui platform kolaborasi digital. Bahkan siswa Teknik Sepeda Motor mulai belajar membaca sistem kendaraan yang berbasis komputerisasi.
Ia menekankan bahwa seluruh kegiatan tersebut tidak dapat berjalan optimal tanpa konektivitas internet yang memadai. Dari pengalaman itu, ia melihat digitalisasi bukan sekadar bentuk modernisasi teknologi, melainkan pintu yang membuka kesempatan yang sebelumnya sulit dijangkau.
Bagi generasi muda di daerah, digitalisasi dinilai mengubah peta masa depan. Jika sebelumnya pilihan kerja lulusan sekolah banyak bergantung pada industri lokal—dengan konsekuensi bertahan di daerah atau merantau ketika peluang terbatas—kini internet yang stabil membuat batas geografis mulai memudar.