Pemanfaatan teknologi berbasis data dan kecerdasan buatan kian berperan dalam mendukung berbagai sektor strategis. Di IPB University, riset di bidang sains data, matematika, dan informatika dikembangkan untuk menjawab kebutuhan nyata, mulai dari pemantauan kesehatan hewan hingga mitigasi kebakaran hutan.
Melalui Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika (SSMI) IPB University, para peneliti mengembangkan model analisis data, pemodelan matematika, serta sistem komputasi yang diarahkan untuk mendukung sektor pertanian, peternakan, kesehatan, hingga agroindustri.
Salah satu riset yang dikembangkan adalah pemanfaatan machine learning untuk memantau kesehatan hewan melalui analisis pola gerakan dan perilaku. Teknologi ini memungkinkan deteksi dini kondisi kesehatan hewan, sehingga membantu pengelolaan kesehatan ternak secara lebih efektif.
Selain itu, SSMI juga terlibat dalam pengembangan sistem pemantauan hutan bersama Kementerian Kehutanan dan sektor swasta. Sistem tersebut digunakan untuk mendukung kebijakan mitigasi kebakaran hutan. Riset lain yang turut dikembangkan mencakup sistem berbasis blockchain untuk mendukung sistem halal.
Dekan SSMI IPB University, Prof Agus Buono, menyampaikan bahwa sekitar 70 persen riset di SSMI diarahkan untuk mendukung berbagai bidang strategis di lingkungan IPB University, termasuk pertanian, peternakan, kesehatan, dan agroindustri.
“Riset kami berfokus pada pengembangan ilmu pengolahan data, pemodelan matematika, serta pembangunan sistem komputasi yang dapat memberikan solusi bagi berbagai sektor,” ujarnya.
Untuk memperkuat pengembangan keilmuan, SSMI juga memperkuat ekosistem pembelajaran. Dalam dua tahun terakhir, SSMI menghadirkan tiga laboratorium komputer baru dengan perangkat terbaru untuk menunjang proses belajar mahasiswa.
“Mahasiswa sangat merasakan manfaatnya. Kehadiran tiga laboratorium baru ini menjadi peningkatan penting bagi proses pembelajaran,” kata Prof Agus.
Dari sisi akademik, SSMI turut memperbarui kurikulum mengikuti kebijakan IPB University melalui kurikulum K2025 yang ditujukan meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Salah satu perubahan yang diterapkan adalah menjadikan Praktik Kerja Lapang (PKL) sebagai kewajiban bagi seluruh program studi.
Di luar aspek akademik, mahasiswa SSMI juga mencatat capaian prestasi. Pada 2025, mahasiswa SSMI meraih 14 prestasi internasional dan sekitar 115 prestasi nasional dalam berbagai kompetisi di bidang data, statistika, dan komputasi.
Ke depan, SSMI menargetkan penguatan internasionalisasi melalui pembukaan kelas internasional, pengembangan program double degree, serta peningkatan jumlah mahasiswa pascasarjana.
“Kami ingin pendidikan, riset, dan kolaborasi di SSMI semakin mengglobal sehingga kontribusi keilmuan di bidang sains data, matematika, dan informatika dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi berbagai sektor,” tutupnya.