BERITA TERKINI
DeepMind Pernah Dilirik Zuckerberg Sebelum Diakuisisi Google, Gagal di Makan Malam Penentuan

DeepMind Pernah Dilirik Zuckerberg Sebelum Diakuisisi Google, Gagal di Makan Malam Penentuan

Google memiliki laboratorium khusus untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara internal, yakni DeepMind. Laboratorium ini mulanya merupakan startup asal Inggris yang kemudian diakuisisi Google pada 2014.

Sebelum kesepakatan dengan Google tercapai, CEO Meta Mark Zuckerberg disebut pernah berminat mengakuisisi DeepMind. Pembicaraan terkait akuisisi itu sempat terjadi, namun pada akhirnya gagal setelah sebuah makan malam yang disebut menentukan.

Kisah tersebut diungkap co-founder DeepMind Demis Hassabis, yang kini menjabat CEO Google DeepMind. Menurut Hassabis, Google lebih dulu mengajukan penawaran. Co-founder Google Larry Page disebut telah memulai pembicaraan akuisisi sejak 2013.

Meski begitu, Hassabis dan co-founder DeepMind lainnya, Mustafa Suleyman, dikatakan belum sepenuhnya mantap. Mereka masih membuka peluang, dengan harapan ada perusahaan lain yang dinilai lebih cocok dan dapat menawarkan kesepakatan yang lebih baik.

Salah satu kandidat yang dipertimbangkan adalah Facebook, yang saat itu belum berganti nama menjadi Meta. Pada periode tersebut, kompetisi pengembangan AI disebut sudah mulai berlangsung, meski belum seketat sekarang. Zuckerberg dilaporkan menyadari para kompetitor telah bersiap mengembangkan AI dan berupaya mengejar ketertinggalan.

Dalam upayanya, Zuckerberg disebut mendekati peneliti AI secara pribadi, termasuk Suleyman. Ia juga dilaporkan terbang ke California untuk bertemu Amin Zoufonoun, Head of Corporate Development di Facebook. Pertemuan itu berlangsung di kediaman Zoufonoun.

Menurut laporan, Facebook menawarkan pembelian saham DeepMind dengan harga yang dinilai murah. Namun, perusahaan menjanjikan kompensasi lain kepada para pendiri dan koleganya melalui bonus besar, yang disebut dapat membuat mereka lebih diuntungkan dibanding menerima tawaran Google.

Tawaran tersebut sempat dianggap menarik bagi Suleyman. Namun, ia disebut khawatir soal tata kelola dan keamanan AI, yang menurutnya justru diabaikan oleh Zoufonoun.

Setelah mendengar tawaran Facebook, Suleyman melaporkannya kepada Hassabis. Tak lama kemudian, Suleyman makan siang dengan Larry Page. Di titik inilah rangkaian pembicaraan memasuki fase penentuan, yang disebut berujung pada gagalnya pendekatan Zuckerberg setelah makan malam yang menentukan, sebelum DeepMind akhirnya berlabuh ke Google.