Penjualan smartphone yang diproduksi di India mencatat pertumbuhan signifikan pada 2025. Laporan Counterpoint menyebut ekspor ponsel buatan India melonjak 28% dan kini menyumbang hampir sepertiga dari total unit produksi negara tersebut.
Di antara perusahaan Electronics Manufacturing Services (EMS) lokal, Dixon memimpin dengan pangsa pasar 19% serta pertumbuhan tahunan 89%. Kinerja Dixon ditopang meningkatnya pesanan dari Motorola, realme, dan Xiaomi.
Perusahaan EMS India lain, Bhagwati Products Limited (BPL), masuk lima besar pangsa pengiriman smartphone dengan pangsa 9%. Pencapaian ini didorong permintaan produksi dari vivo, OPPO, dan realme. Sementara itu, Samsung berada tepat di belakang Dixon dengan pangsa 18% dan pertumbuhan 4% secara tahunan, menunjukkan kekuatan manufaktur internalnya.
Foxconn, yang menjadi produsen utama Apple, mencatat pertumbuhan 40% dari tahun ke tahun dengan pangsa pengiriman 16%. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang kenaikan ekspor sebesar 48%.
Vivo menempati posisi keempat dengan pangsa 10%. Perusahaan ini juga mulai mengalihdayakan sebagian produksinya ke BPL, di samping mempertahankan basis manufaktur internal yang kuat.
Meski manufaktur ponsel di India menunjukkan momentum positif pada tahun lalu, sejumlah tantangan dinilai kian meningkat. Di antaranya krisis memori yang masih berlangsung akibat lonjakan permintaan komputasi AI, serta dampak krisis yang terkait konflik Iran-AS. Para analis menilai diversifikasi di luar ponsel pintar, seperti ke tablet dan laptop, akan menjadi kunci untuk menghadapi tantangan tersebut.