Model kecerdasan buatan (AI) terbaru buatan Anthropic yang disebut “Claude Mythos” menjadi sorotan setelah dikabarkan memiliki kemampuan sangat canggih hingga dinilai terlalu berbahaya untuk dirilis ke publik. Keberadaan model ini pertama kali terungkap melalui laporan Fortune dan kemudian dikonfirmasi oleh Anthropic.
Dalam pernyataan kepada Fortune setelah informasi tersebut beredar, juru bicara Anthropic menggambarkan Claude Mythos sebagai lompatan besar dalam performa AI. Mereka juga menyebutnya sebagai model “paling mumpuni yang pernah kami buat hingga saat ini.”
Salah satu kekhawatiran utama terkait Claude Mythos adalah kemampuannya di bidang keamanan siber. Model ini dilaporkan mampu melakukan simulasi hingga berpotensi mengeksekusi serangan siber otomatis dalam skala besar. Jika teknologi semacam ini jatuh ke tangan yang salah, serangan siber dikhawatirkan bisa berlangsung lebih cepat, masif, dan lebih sulit dideteksi dibandingkan metode konvensional yang masih bergantung pada intervensi manusia.
Selama ini, perusahaan keamanan siber banyak mengandalkan deteksi berbasis pola dan respons manual. Namun, dengan hadirnya AI yang mampu belajar dan bertindak secara mandiri, ancaman dinilai dapat berkembang lebih cepat daripada kemampuan sistem pertahanan untuk mengantisipasinya. Risiko penyalahgunaan ini disebut dapat mempercepat dan memperluas serangan siber tanpa keterlibatan manusia secara langsung.
Kekhawatiran tersebut juga tercermin di pasar keuangan, khususnya pada sektor keamanan siber. Berdasarkan laporan yang dikutip KompasTekno dari Mashable, kapitalisasi pasar perusahaan keamanan siber secara kolektif sempat menyusut sekitar 14,5 miliar dollar AS dalam satu hari setelah informasi mengenai Claude Mythos beredar.
Sejumlah saham perusahaan keamanan siber besar dilaporkan mengalami tekanan pada Kamis, 27 Maret 2026. Saham Palo Alto Networks turun sekitar 6–7,5 persen, CrowdStrike melemah sekitar 5–7,2 persen, Zscaler turun hingga 5–8 persen, SentinelOne sekitar 8 persen, dan Fortinet sekitar 2,4–4,8 persen. Saham Okta dilaporkan turun sekitar 7 persen, sementara Tenable disebut sempat merosot hingga sekitar 11 persen.
Tekanan juga terjadi secara lebih luas, dengan ETF keamanan siber ikut melemah sekitar 3–4 persen pada periode yang sama. Investor menilai, apabila AI mampu melakukan eksploitasi celah keamanan secara otomatis dan masif, model bisnis perusahaan keamanan siber berpotensi terdampak signifikan.
Meski telah dikembangkan, Anthropic disebut belum merilis Claude Mythos secara luas. Perusahaan dilaporkan masih menahan peluncurannya karena tingginya risiko penyalahgunaan serta biaya operasional yang besar. Langkah tersebut dinilai mencerminkan kehati-hatian dalam pengembangan AI generasi baru yang berpotensi membawa dampak luas.