Cisco memperluas solusi Secure AI Factory hasil kolaborasi dengan Nvidia agar dapat dijalankan tidak hanya di pusat data (data center), tetapi juga di berbagai lokasi tempat data dihasilkan dan keputusan diambil, atau dikenal sebagai edge.
Platform infrastruktur terintegrasi ini dirancang untuk membantu perusahaan menjalankan kecerdasan buatan (AI) dari tahap uji coba hingga siap digunakan secara luas, tanpa harus merakit sistem yang kompleks. Istilah “AI factory” digunakan karena sistem tersebut bekerja layaknya pabrik yang mengolah data menjadi keluaran berupa keputusan atau analisis AI secara berkelanjutan.
Melalui kerja sama dengan Nvidia, Cisco menghadirkan kerangka kerja yang menggabungkan jaringan, komputasi, dan keamanan dalam satu sistem. Dengan pendekatan ini, perusahaan disebut tidak perlu lagi menyusun berbagai komponen secara terpisah untuk mengoperasikan AI.
Cisco menyatakan solusi ini ditujukan bagi perusahaan (enterprise), penyedia layanan, hingga penyedia cloud, termasuk neocloud dan sovereign cloud, yang ingin mengadopsi AI dalam skala besar. Implementasi AI yang sebelumnya dapat memakan waktu berbulan-bulan diklaim bisa dipangkas menjadi hitungan minggu, sekaligus mengintegrasikan aspek keamanan sejak awal.
Chair sekaligus CEO Cisco, Chuck Robbins, mengatakan sebagian perusahaan memahami potensi AI untuk mentransformasi bisnis, namun masih mencari cara yang tepat untuk menerapkannya secara aman dan dalam skala besar. “Bersama Nvidia, kami menjawab tantangan tersebut melalui arsitektur yang menetapkan standar baru dalam hal kinerja, sehingga implementasi, pengoperasian, dan pengamanan infrastruktur AI menjadi lebih sederhana,” kata Robbins dalam keterangan resmi, Jumat (3/4/2026).
Salah satu fokus utama solusi ini adalah memungkinkan AI berjalan lebih dekat ke sumber data atau perangkat, misalnya di rumah sakit, gudang, hingga lingkungan industri. Menurut Cisco, pendekatan tersebut penting karena banyak aplikasi AI membutuhkan respons real-time.
Untuk mendukung penerapan di server dan edge, Cisco mengandalkan perangkat keras seperti GPU Nvidia RTX PRO Blackwell. Cisco juga memperkenalkan desain referensi “Cisco AI Grid with Nvidia” yang ditujukan agar penyedia layanan dapat memanfaatkan jaringan yang sudah ada untuk menawarkan layanan AI di edge.
Dari sisi performa, Cisco turut memperkenalkan peningkatan infrastruktur jaringan, termasuk switch berkecepatan tinggi hingga 102,4 Tbps yang dirancang untuk menangani beban kerja AI dalam skala besar. Selain itu, solusi Nexus Hyperfabric yang terintegrasi dalam Nexus One disebut dapat menyederhanakan implementasi dengan mengurangi kompleksitas integrasi multi-vendor.
Dalam pengembangan ini, Cisco menempatkan keamanan sebagai salah satu fokus, sejalan dengan klaim integrasi aspek keamanan sejak tahap awal penerapan.