Cisco dan NVIDIA mengumumkan kolaborasi untuk membentuk Secure AI Factory, sebuah inisiatif yang ditujukan untuk mempermudah perusahaan menerapkan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dalam skala luas, mulai dari pusat data terpusat hingga lokasi edge lokal.
Fokus utama perluasan kerja sama ini adalah integrasi NVIDIA Spectrum-X switch silicon dengan sistem operasi Cisco. Integrasi tersebut diposisikan sebagai fondasi infrastruktur AI yang lebih fleksibel bagi pelaku bisnis yang ingin menjalankan transformasi digital tanpa mengorbankan aspek keamanan.
CEO sekaligus Chair Cisco, Chuck Robbins, menyebut tantangan utama perusahaan saat ini bukan lagi soal memahami potensi AI, melainkan bagaimana menerapkannya secara aman dalam skala besar. Menurutnya, kemitraan dengan NVIDIA diarahkan untuk menjawab kebutuhan itu melalui arsitektur yang menargetkan standar baru pada sisi performa, sekaligus menyederhanakan pengoperasian dan pengamanan infrastruktur AI.
Dalam pembaruan yang disampaikan, Cisco juga memperkuat lapisan perlindungan melalui kebijakan Hybrid Mesh Firewall dan fitur Cisco AI Defense. Keduanya dirancang untuk mengamankan sistem AI serta aktivitas multi-agent dari potensi ancaman siber, termasuk serangan peretas.
Di sisi lain, kolaborasi ini turut memajukan platform OpenShell milik NVIDIA yang disebut memberi kendali keamanan tambahan terhadap alur kerja serta tindakan agen AI.
Kerja sama tersebut juga diklaim telah memasuki tahap implementasi. Cisco Secure AI Factory pertama di Australia dilaporkan telah dibuka melalui kolaborasi dengan Sharon AI. Fasilitas ini disebut menjadi langkah awal penyediaan infrastruktur AI berperforma tinggi yang aman di kawasan tersebut.
COO sekaligus pendiri Sharon AI, Andrew Leece, menyatakan kehadiran N9100 berbasis Spectrum-4 (51.2T) memungkinkan perusahaan meningkatkan infrastruktur AI dengan performa yang kokoh. Sementara itu, N9300 berbasis silikon G300 disebut memberi fleksibilitas untuk menyesuaikan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.
Sejumlah pengamat industri menilai langkah Cisco dan NVIDIA ini penting untuk menyelaraskan inovasi AI dengan manajemen risiko, sekaligus mengurangi hambatan teknis yang selama ini kerap menghambat implementasi AI di sektor korporasi.