BERITA TERKINI
CEO Xiaomi: AIOS Akan Mengubah Arah Persaingan Industri Smartphone

CEO Xiaomi: AIOS Akan Mengubah Arah Persaingan Industri Smartphone

CEO Xiaomi Lei Jun meyakini Artificial Intelligence Operating System (AIOS) akan menjadi elemen kunci yang membentuk masa depan industri smartphone. Pandangan itu ia sampaikan dalam pidatonya di hadapan anggota Kongres Rakyat Nasional China (NPC) pada pekan ini.

Menurut Lei, persaingan di pasar ponsel tidak lagi semata soal adu spesifikasi perangkat keras. Fokus kompetisi, kata dia, bergeser ke kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan vendor untuk mempermudah aktivitas pengguna.

Lei juga menepis anggapan bahwa pasar smartphone sudah jenuh dan kehilangan daya tarik. Ia menilai industri justru tengah bersiap memasuki transisi inovasi besar melalui AIOS.

Dalam penjelasannya, Lei menyebut lompatan AIOS bertumpu pada konsep AI Agent atau Agentic AI. Ia membedakan konsep ini dari chatbot AI yang dinilai pasif karena menunggu perintah dan merespons satu instruksi pada satu waktu. AI Agent, sebaliknya, dirancang untuk bekerja secara proaktif dan otomatis, serta ditanamkan langsung pada lapisan dasar sistem operasi.

“Xiaomi menggunakan AI sebagai pusat kecerdasan untuk menggerakkan ekosistem mobil, rumah, dan ponsel. Kami menyediakan agent base melalui model berbasis cloud, dan mengimplementasikan di perangkat melalui sistem operasi kami,” ujar Lei dalam wawancara dengan media lokal China.

Dengan kemampuan Agentic AI, Lei menggambarkan smartphone ke depan dapat memahami niat pengguna, menyusun rencana secara logis, dan mengeksekusi alur kerja lintas aplikasi tanpa perlu instruksi berulang secara manual.

Dalam wawancara terpisah dengan stasiun televisi CCTV, Lei turut menyampaikan bahwa AIOS akan menjadi pilar utama ekosistem sistem operasi Xiaomi. Ia menyebut HyperOS, sistem operasi yang dikembangkan Xiaomi, akan menjadi fondasi bagi AIOS untuk menangani berbagai tugas kompleks secara mandiri.

AIOS juga diproyeksikan mampu memprediksi kebutuhan harian pengguna dan mengelola sejumlah perangkat smart home secara lebih intuitif. Lei menekankan ekosistem Xiaomi tidak lagi hanya berfokus pada perangkat lunak, melainkan menggabungkan perangkat keras dan kecerdasan buatan.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Xiaomi menyiapkan anggaran riset dan pengembangan sekitar 200 miliar yuan, atau sekitar Rp 490 triliun, selama lima tahun ke depan. Lei menilai dukungan pendanaan besar diperlukan agar AIOS dapat menjadi penentu arah baru industri smartphone.

Di tengah keluhan sebagian analis soal stagnasi inovasi ponsel, Lei menyatakan ledakan AI sedang berlangsung dan persaingan babak baru di industri ini baru dimulai.