Industri kecantikan global memasuki fase baru seiring percepatan inovasi berbasis sains, perubahan perilaku konsumen, serta meningkatnya perhatian terhadap transparansi dan keberlanjutan.
Merespons dinamika tersebut, Martha Tilaar Group melalui anak usahanya, PT Cedefindo, kembali menggelar forum tahunan Future Beauty Talk (FBT) 4.0 bertema “Beauty Reimagined: Biotech, Wellness & The Next Cosmetic Frontier.”
Agenda ini menghadirkan President Director PT Cedefindo sekaligus CEO Martha Tilaar Group, Kilala Tilaar, sebagai keynote speaker. Turut hadir Head of Research & Innovation Martha Tilaar Innovation Centre (MTIC) Maily, serta Product Development Expert dari University of Canterbury, Selandia Baru, Stacey Fraser, yang akan berbagi perspektif terkait riset, inovasi, dan pengembangan produk global.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Martha Tilaar Group melalui PT Cedefindo juga memperkenalkan inisiatif baru berupa pemberian apresiasi kepada brand dan distributor yang berkomitmen mengembangkan produk dengan memanfaatkan bahan baku lokal. Langkah ini diharapkan mendorong pemanfaatan kekayaan alam sekaligus memperkuat daya saing nasional.
Perubahan lanskap industri turut dipengaruhi pergeseran perilaku konsumen, khususnya generasi Gen Z yang dinilai semakin kritis dan berbasis nilai. Kecantikan tidak lagi semata soal tampilan, tetapi juga mencakup aspek kesehatan, keamanan bahan, keberlanjutan, serta identitas produk. Sejalan dengan itu, tren berkembang dari natural beauty menuju ethical beauty yang menekankan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Dalam konteks riset, Martha Tilaar Group melalui MTIC menyebut konsisten melakukan riset berbasis biodiversitas melalui aktivitas bioprospeksi berkelanjutan. Upaya tersebut menghasilkan inovasi bahan baku natural yang terstandardisasi dalam koleksi ekstrak Berto Biotech Industry, yang dinyatakan relevan dengan kebutuhan industri dan telah melalui pembuktian ilmiah untuk memastikan keamanan serta manfaatnya.
Pengujian itu didukung laboratorium CosEv Pro yang terakreditasi, menggunakan metode tervalidasi yang mengacu pada Good Clinical Practice (GCP), sehingga setiap klaim disebut memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Di tingkat global, perkembangan industri juga ditandai pendekatan yang semakin holistik, antara lain longevity science dan neurocosmetics, serta meningkatnya tuntutan praktik keberlanjutan, termasuk penggunaan bahan upcycled dan transparansi rantai pasok. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dalam ekosistem tersebut, Cedefindo berperan sebagai salah satu contract manufacturer di Indonesia dengan spesialisasi produk makeup, personal care, parfum, aerosol, hingga herbal. Perusahaan ini menyatakan memberikan pendampingan menyeluruh mulai dari pemetaan tren hingga pengembangan formula, dengan produk yang telah melalui uji efikasi dan keamanan untuk menjaga kualitas.
“Melalui Future Beauty Talk 4.0, kami ingin menghadirkan perspektif global yang relevan sekaligus mendorong pelaku industri kecantikan untuk terus berinovasi dan adaptif terhadap perubahan,” ujar Kilala Tilaar dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan, ke depan industri kecantikan tidak hanya berbicara tentang produk, tetapi juga tentang sains, keberlanjutan, dan cara memahami kebutuhan konsumen secara lebih holistik. “Melalui forum ini, Martha Tilaar Group dan Cedefindo berkomitmen mendorong kolaborasi lintas sektor guna memperkuat ekosistem dan daya saing industri kecantikan Indonesia di masa depan,” pungkasnya.