Jakarta — Empat kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) disebut terdampak blokade Selat Hormuz di tengah perang AS-Israel vs Iran. PIS menyatakan terus melakukan pemantauan intensif 24 jam sehari secara real-time terhadap posisi armada, kru, dan pekerja.
Dari empat unit kapal PIS yang beroperasi di kawasan Timur Tengah, dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yakni PIS Rinjani dan PIS Paragon. Sementara itu, dua kapal lainnya masih beroperasi di kawasan Timur Tengah, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro yang berada di Teluk Arab.
Masyarakat yang ingin memantau pergerakan kapal secara daring dapat menggunakan aplikasi pelacakan posisi kapal, seperti Vesselfinder, MarineTraffic, atau Shipfinder. Layanan tersebut juga dapat diakses melalui peramban (browser) dengan cara mengetik nama kapal untuk melihat posisi terkini.
Pada Rabu (11/3/2026), pemantauan menggunakan MarineTraffic menunjukkan PIS Rinjani terpantau berada di Pantai Barat India dan dilaporkan lima menit sebelum informasi itu ditulis, dengan status sedang lego jangkar. Sementara PIS Paragon terpantau berada di Teluk Arab lepas laut Oman, dilaporkan 10 menit sebelumnya, dengan status sedang berlayar.
Adapun dua kapal tanker yang disebut masih terdampak blokade adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro. Pertamina Pride terpantau berada di Teluk Persia, di lepas laut Ras Tanura, Arab Saudi, dilaporkan empat menit sebelumnya, dengan status lego jangkar. Gamsunoro terpantau berada di Teluk Persia dan ditambatkan di Khor Al Zubair, Irak.
Data pada aplikasi pelacakan kapal tersebut diperbarui dalam hitungan menit, sehingga memungkinkan pemantauan posisi kapal secara relatif real time.