Instagram menjadi salah satu media sosial yang menyimpan informasi pribadi pengguna. Karena itu, data privasi perlu dijaga agar tidak jatuh ke tangan peretas.
Jika terjadi skenario terburuk, akun Instagram dapat disalahgunakan untuk tindakan berbahaya, seperti penyamaran dan penipuan. Untuk mengurangi risiko tersebut, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan pengguna agar akun tidak mudah diambil alih.
1. Aktifkan otentikasi dua langkah (2FA)
Otentikasi dua faktor merupakan sistem keamanan yang mengharuskan pengguna melewati dua tahap verifikasi saat masuk ke akun. Umumnya, verifikasi dilakukan melalui kombinasi kata sandi dan kode khusus yang dikirim lewat SMS atau e-mail.
Instagram menyediakan fitur otentikasi dua faktor (2FA) yang bisa diaktifkan pengguna. Caranya, buka aplikasi Instagram lalu masuk ke menu Profil di sisi kanan bawah. Setelah itu, pilih ikon tiga garis horizontal dan masuk ke menu Settings. Selanjutnya, pilih Security > Two-factor authentification, lalu tekan tombol “Get Started”.
Pengguna dapat memilih metode 2FA melalui aplikasi Instagram, WhatsApp, atau SMS. Jika memilih SMS, pengguna akan diminta memasukkan enam digit kode yang dikirimkan melalui pesan singkat. Setelah proses aktif, pengguna juga disarankan menyimpan lima kode cadangan yang ditampilkan karena dapat digunakan untuk memulihkan akun jika lupa kata sandi.
Pada metode WhatsApp, kode otentikasi dikirim melalui pesan WhatsApp. Sementara itu, metode 2FA melalui aplikasi Instagram memerlukan aplikasi tambahan yang akan diunduh secara otomatis.
2. Gunakan kata sandi yang kuat
Penggunaan kata sandi yang lemah disebut menjadi salah satu faktor umum yang memicu maraknya peretasan akun. Sebagian pengguna masih memakai kata sandi yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir, nama hewan peliharaan, atau alamat rumah.
Meski mudah diingat, kata sandi yang berasal dari informasi pribadi semacam itu lebih rentan diretas karena sifatnya cenderung publik. Untuk meningkatkan keamanan, pengguna disarankan membuat kata sandi dengan kombinasi huruf, angka, dan karakter spesial. Pengguna juga dianjurkan tidak membagikan kata sandi kepada orang lain, termasuk rekan maupun kerabat terdekat.
3. Hindari aplikasi yang mencurigakan
Akun Instagram juga kerap digunakan untuk masuk (log-in) ke berbagai situs, aplikasi, dan game. Cara ini memang praktis karena pengguna tidak perlu membuat akun baru. Namun, pengguna tetap perlu memastikan layanan yang dipilih aman dan tidak berpotensi berbahaya.
Untuk mengecek apakah akun Instagram sedang terhubung dengan aplikasi atau situs yang mencurigakan, pengguna dapat masuk ke akun Instagram melalui browser komputer. Setelah itu, pilih Settings > Apps and Websites. Di menu tersebut, pengguna bisa melihat daftar situs, aplikasi, dan game yang memiliki akses ke akun Instagram.
Jika ada layanan yang dianggap mencurigakan, pengguna dapat mencabut akses dengan menekan tombol “Revoke Access” atau memilih “View and edit” untuk melakukan penyesuaian.