CapCut, aplikasi penyunting video milik ByteDance, resmi meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama Dreamina Seedance 2.0 ke dalam platformnya. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan video dengan visual yang lebih realistis dan sinematik, sekaligus menghadirkan kualitas audio yang lebih natural dan mulus.
Peluncuran Dreamina Seedance 2.0 dilakukan secara bertahap untuk pengguna berbayar di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Pantauan pada Jumat (27/3/2026) menunjukkan fitur tersebut sudah dapat diakses oleh pengguna CapCut Pro di Indonesia melalui menu AI Lab di aplikasi.
Melalui fitur ini, pengguna dapat membuat konten baru dengan memanfaatkan perintah teks, unggahan gambar, atau referensi video pribadi. CapCut menyediakan tiga opsi durasi untuk setiap klip, yakni 5 detik, 10 detik, hingga maksimal 15 detik.
Pengguna juga dapat memilih rasio aspek sesuai kebutuhan, mulai dari 9:16, 3:4, 1:1, 4:3, hingga 16:9 untuk menyesuaikan format konten di berbagai platform seperti TikTok dan YouTube. Untuk kualitas visual, Seedance 2.0 disebut mampu menghasilkan video dengan resolusi 480p hingga 720p setelah pengguna menekan tombol generate pada pengaturan yang dipilih.
CapCut menyebut model AI ini memiliki keunggulan dalam memahami hukum fisika dan pergerakan, sehingga cocok digunakan untuk pembuatan konten dengan aksi dinamis serta pencahayaan yang terlihat realistis. Di sisi audio, integrasi pada Seedance 2.0 juga ditingkatkan agar sinkronisasi antara suara dan visual tidak terasa seperti tempelan, melainkan lebih hidup dan menyatu.
Selain membuat video dari awal, teknologi ini juga dapat digunakan untuk memperbaiki detail footage yang sudah ada agar tampak lebih halus dan profesional secara otomatis. Kreator dapat memanfaatkannya untuk memvisualisasikan konsep atau sketsa awal sebelum memulai proses syuting, baik untuk konten bisnis maupun tutorial.
Ke depan, pengembang berencana mengintegrasikan Seedance 2.0 ke fitur lain seperti Video Studio, serta ke platform pendukung lainnya seperti Dreamina dan Pippit. Terkait aspek keamanan, CapCut menerapkan pembatasan penggunaan wajah asli pada fase awal peluncuran untuk mencegah potensi pelanggaran hak cipta dan penyalahgunaan identitas.
Setiap konten yang dihasilkan juga akan dilengkapi watermark khusus, termasuk tanda air tak terlihat yang ditujukan untuk membantu pelacakan distribusi apabila terjadi penyalahgunaan.