CapCut, aplikasi penyuntingan video milik ByteDance, resmi menghadirkan model kecerdasan buatan terbaru bernama Dreamina Seedance 2.0 ke dalam platformnya. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan video dengan visual yang lebih realistis dan sinematik, disertai kualitas audio yang terdengar lebih halus dan natural.
Peluncuran Seedance 2.0 dilakukan secara bertahap untuk pengguna versi berbayar di sejumlah negara. Indonesia termasuk dalam daftar negara yang telah mendapatkan akses, bersama Filipina, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Pengguna CapCut Pro di Indonesia dapat mencoba fitur ini melalui menu “AI Lab” di dalam aplikasi.
Dalam penggunaannya, kreator dapat memanfaatkan template prompt yang tersedia atau memasukkan perintah berupa teks, gambar, hingga referensi video pribadi untuk memulai proses pembuatan konten. CapCut menyediakan tiga pilihan durasi video yang dapat dihasilkan, yakni 5 detik, 10 detik, dan maksimal 15 detik untuk setiap klip.
Seedance 2.0 juga menawarkan lima opsi rasio aspek, yaitu 9:16, 3:4, 1:1, 4:3, dan 16:9. Opsi ini ditujukan untuk memudahkan penyesuaian format video sesuai kebutuhan berbagai platform, seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.
Dari sisi kualitas gambar, model AI ini mendukung resolusi 480p hingga 720p. Setelah pengaturan selesai, pengguna dapat memulai pemrosesan dengan menekan tombol generate.
CapCut menyebut Seedance 2.0 menonjol dalam aspek tekstur, pencahayaan, dan pergerakan yang dinamis. Model ini juga diklaim memiliki pemahaman terhadap hukum fisika, sehingga dinilai cocok untuk pembuatan konten aksi yang kompleks. Selain itu, terdapat peningkatan pada sinkronisasi audio agar suara dan visual terasa lebih menyatu dalam satu kesatuan video.
Tak hanya untuk menciptakan video dari nol, Seedance 2.0 juga ditujukan membantu pengguna mengedit rekaman yang sudah ada. Fitur ini diklaim mampu memperbaiki detail visual dan meningkatkan kualitas klip secara otomatis. CapCut juga menyebut model ini dapat dimanfaatkan untuk memvisualisasikan ide pada tahap awal, misalnya mengubah konsep sederhana atau sketsa menjadi visual sebelum proses syuting dilakukan.
Penggunaannya disebut mencakup berbagai kategori konten, mulai dari tutorial kebugaran, resep masakan, hingga ulasan produk bisnis. Ke depannya, teknologi ini direncanakan akan diintegrasikan ke fitur AI Video dan Video Studio.
Seiring hasil video yang semakin realistis, CapCut menyertakan protokol keamanan pada Seedance 2.0. Salah satu langkah awal yang diterapkan adalah pembatasan penggunaan wajah asli pada fase peluncuran. Sistem ini juga dirancang untuk mencegah potensi pelanggaran hak cipta, dengan menyertakan watermark khusus pada setiap konten yang dihasilkan, termasuk tanda air tak terlihat untuk membantu pelacakan penyalahgunaan.
Pihak pengembang menyatakan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan komunitas kreatif dan para pakar guna memastikan penggunaan teknologi AI tetap aman serta bertanggung jawab sesuai standar industri.