Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) bersama Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar Roadshow Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di Balairung rumah dinas wali kota, Sabtu (18/11/2023).
Head of Research & Development Startup Digital Kemenkominfo RI, Faizah, menyampaikan bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2023 dan tengah mempersiapkan diri menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64% dari total proyeksi jumlah penduduk sebesar 297 juta jiwa.
Ia menekankan pentingnya memanfaatkan momentum tersebut agar Indonesia tidak mengalami kemunduran demografi. Faizah juga menyebut sektor startup digital sebagai pilar penting dalam membangun fondasi ekonomi yang tangguh dan dinamis menuju Indonesia Emas 2045.
Faizah menjelaskan, startup merupakan usaha rintisan yang memanfaatkan teknologi digital. Sementara itu, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital disebut sebagai upaya bersama untuk menggerakkan ekosistem startup digital Indonesia agar saling terkoneksi serta berbagi pengetahuan dan pengalaman.
“Gerakan ini tidak hanya mencerminkan semangat kewirausahaan, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk memajukan ekonomi lokal agar bisa berkiprah di level global,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, disampaikan pula bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi Kota Bukittinggi yang menekankan penguatan ekonomi kerakyatan. Kerangka kerja ekonomi kerakyatan dinilai dapat memanfaatkan perkembangan teknologi melalui startup digital, yang berpotensi mendukung pencapaian visi tersebut dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Roadshow Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di Bukittinggi juga dinilai menjadi peluang bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam mendorong kemajuan teknologi sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan. Keterlibatan berbagai pihak disebut menjadi kunci dalam membentuk Bukittinggi sebagai pusat inovasi ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berdaya saing.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 500 peserta yang berasal dari mahasiswa sejumlah perguruan tinggi di Kota Bukittinggi serta pegiat UMKM di kawasan Jam Gadang.