BERITA TERKINI
BRIN Mulai Terapkan Varietas Padi Biosalin di Jepara, Panen Perdana Digelar di Bandungharjo

BRIN Mulai Terapkan Varietas Padi Biosalin di Jepara, Panen Perdana Digelar di Bandungharjo

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai menerapkan hasil riset varietas unggul padi Biosalin di lapangan. Penerapan tersebut ditandai dengan panen padi Biosalin 1 dan Biosalin 2 di Desa Bandungharjo, Kabupaten Jepara.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan panen ini menunjukkan bahwa riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan sudah dimanfaatkan oleh petani. Varietas Biosalin merupakan hasil kolaborasi Kementerian Pertanian dan BRIN, yang kini mulai didiseminasikan dan diterapkan di wilayah Jepara.

Arif juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jepara yang menjadi mitra dalam pengembangan varietas tersebut. Menurutnya, Biosalin memiliki beberapa keunggulan, seperti produktivitas yang disebut dapat mencapai 9 ton per hektare, ketahanan terhadap salinitas tinggi, serta kesesuaian untuk lahan marginal.

Selain itu, Arif menyebut masa tanam Biosalin berkisar 85 hingga 107 hari. Ia menilai periode tanam tersebut relatif singkat dibandingkan varietas lainnya.

Arif menegaskan pengembangan varietas unggul akan terus dilakukan untuk mendorong produksi pangan nasional, khususnya beras. Ia menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan, meski kondisi saat ini disebut sudah surplus.

Ia berharap petani di Jepara dapat memanfaatkan Biosalin secara lebih luas. Menurutnya, dukungan berbagai pihak, termasuk PGN, diperlukan untuk memperluas areal penerapan varietas ini.

Sebagai langkah awal, Arif menyampaikan pengembangan Biosalin di wilayah Pantura diprioritaskan pada lahan sekitar 1.100 hektare. Ke depan, penerapannya diharapkan dapat diperluas tidak hanya di Jepara, tetapi juga ke wilayah Pantura dan daerah lain dengan tingkat salinitas tinggi.