BERITA TERKINI
BRIN Mulai Terapkan Varietas Padi Biosalin di Jepara, Ditandai Panen Perdana

BRIN Mulai Terapkan Varietas Padi Biosalin di Jepara, Ditandai Panen Perdana

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai menerapkan hasil riset varietas unggul padi Biosalin di lapangan. Penerapan ini ditandai dengan panen padi Biosalin 1 dan Biosalin 2 di Desa Bandungharjo, Kabupaten Jepara.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan panen tersebut menjadi bukti bahwa riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi telah dimanfaatkan oleh petani. Ia menyebut Biosalin merupakan varietas unggul hasil kolaborasi Kementerian Pertanian dan BRIN, yang kini mulai didiseminasikan di wilayah Jepara.

“Alhamdulillah, kami telah melakukan panen untuk Biosalin 1 dan Biosalin 2. Ini adalah varietas unggul yang disediakan oleh Kementerian Pertanian bersama BRIN, dan sekarang didiseminasikan serta diterapkan di wilayah Jepara,” ujar Arif, Jumat (24/4/2026).

Arif juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jepara yang menjadi mitra dalam pengembangan varietas tersebut. Menurutnya, Biosalin memiliki sejumlah keunggulan, antara lain produktivitas tinggi hingga 9 ton per hektare, tahan terhadap salinitas tinggi, serta cocok untuk lahan marginal.

“Varietas ini mampu menghasilkan hingga 9 ton per hektare, tahan di lahan asin dengan salinitas tinggi, dan cocok untuk lahan marginal. Masa tanamnya sekitar 85 hingga 107 hari, sehingga relatif singkat dan lebih baik dibandingkan varietas lainnya,” jelasnya.

Ia menegaskan pengembangan varietas unggul akan terus dilakukan untuk mendorong produksi pangan nasional, khususnya beras. Arif menilai ketahanan pangan perlu dijaga secara berkelanjutan.

“Meskipun saat ini kita sudah surplus, kita tetap harus menjaga ketahanan tersebut, karena keberlangsungan bangsa sangat bergantung pada pangan dan energi. Kedua hal ini harus benar-benar kita perkuat,” katanya.

Arif berharap petani di Jepara dapat memanfaatkan Biosalin secara lebih luas. Ia menilai dukungan berbagai pihak, termasuk PGN, penting untuk memperluas areal penerapan varietas tersebut.

Sebagai langkah awal, pengembangan Biosalin di wilayah Pantura diprioritaskan pada lahan sekitar 1.100 hektare. Ke depan, potensi ekspansi disebut akan diperluas ke berbagai wilayah lain dengan kondisi serupa.

“Ke depan, tidak hanya di Jepara, tetapi juga di berbagai wilayah Pantura dan daerah lain dengan tingkat salinitas tinggi dapat menggunakan varietas ini,” ujarnya.