BERITA TERKINI
Bos Samsung: AI Kini Jadi Pertimbangan Utama Konsumen Indonesia Saat Memilih Smartphone

Bos Samsung: AI Kini Jadi Pertimbangan Utama Konsumen Indonesia Saat Memilih Smartphone

Cara konsumen Indonesia memilih smartphone disebut mulai bergeser. Jika sebelumnya keputusan pembelian banyak ditentukan oleh spesifikasi seperti kamera atau prosesor, kini kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dinilai memiliki peran yang sama pentingnya.

Presiden Samsung Electronics Indonesia (SEIN) Harry Lee mengatakan minat pengguna terhadap fitur AI di smartphone meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara pada Rabu (11/3/2026).

Menurut Harry, perubahan mulai terasa sejak Samsung meluncurkan Galaxy S24 pada 2024 dan memperkenalkan Galaxy AI sebagai salah satu fitur utama di lini flagship. Sejak saat itu, perilaku pengguna smartphone di Indonesia dinilai mengalami pergeseran.

“Di Indonesia, data kami menunjukkan pergeseran yang luar biasa dengan adopsi AI yang tumbuh sebesar 79 persen. Pengguna membuktikan bahwa AI sama pentingnya dengan hardware,” kata Harry.

Ia menilai, persaingan smartphone—terutama di kelas flagship—tidak lagi semata ditentukan oleh angka spesifikasi yang mudah dibaca, seperti megapiksel kamera atau kecepatan prosesor. “Ini tidak lagi hanya tentang spesifikasi yang bisa Anda baca, melainkan produktivitas dan kreativitas yang bisa Anda rasakan,” ujarnya.

Sejalan dengan perubahan itu, Samsung mendorong pengembangan AI ke tahap berikutnya melalui lini Galaxy S26. Jika sebelumnya AI di smartphone cenderung bekerja ketika pengguna memberi perintah, Samsung ingin membuat AI yang lebih aktif membantu pengguna.

“Kami bergerak melampaui model berbasis aplikasi menuju dunia agen personal, di mana AI bisa memahami maksud pengguna dan membantu secara lebih alami,” jelas Harry. Dengan konsep tersebut, AI di smartphone tidak hanya menjawab pertanyaan seperti chatbot, melainkan dirancang menjadi asisten digital yang memahami konteks dan membantu menyelesaikan berbagai hal secara lebih proaktif.

“Dengan Galaxy S26, kami ingin membawa teknologi ke tahap berikutnya, di mana perangkat tidak hanya menerima perintah, tetapi benar-benar membantu pengguna mencapai tujuannya,” kata Harry.

Fokus AI disebut tidak menggeser perhatian pada kamera

Di sisi lain, lini Galaxy S Ultra selama ini dikenal karena kemampuan kameranya. Sejak era Galaxy S23 Ultra, sebagian pengguna bahkan menjuluki perangkat tersebut sebagai “HP konser” karena kerap digunakan untuk merekam penampilan artis di panggung.

Fokus Samsung pada AI sempat memunculkan pertanyaan apakah pengembangan hardware, terutama kamera, akan berkurang. Harry menegaskan hal itu tidak terjadi.

“Kami tidak melihat AI sebagai pengganti hardware, melainkan sebagai penguat yang memaksimalkan kemampuan hardware,” ujar Harry.

Berdasarkan riset internal Samsung, sekitar 28,3 persen konsumen menjadikan peningkatan kamera Galaxy S26 Ultra sebagai alasan utama membeli ponsel tersebut. Karena itu, perusahaan menyebut tetap memberi perhatian besar pada pengembangan kamera, dengan fokus pada pengalaman pengguna, bukan sekadar menambah jumlah megapiksel.

Samsung memperkenalkan sejumlah fitur baru, seperti bukaan lensa (aperture) yang lebih lebar serta fitur horizontal lock, yang ditujukan untuk membantu pengguna merekam video lebih stabil saat menonton konser.

Samsung juga menyematkan prosesor Snapdragon 8 Elite Gen 5. Menurut Harry, ketika dipadukan dengan pengolahan gambar berbasis AI dari chip tersebut, pengalaman merekam video konser di Galaxy S26 Ultra diharapkan menjadi lebih baik. “Kami membuat momen mengabadikan dan merekam konser menjadi jauh lebih shareable dari sebelumnya,” kata Harry.

Penyesuaian harga di tengah kenaikan komponen

Harry juga menyinggung kondisi industri teknologi global yang menghadapi kenaikan biaya komponen, terutama RAM dan penyimpanan. Situasi ini membuat sejumlah produsen smartphone menyesuaikan harga, termasuk Samsung untuk Galaxy S26 series di Indonesia.

“Kami sudah berupaya meminimalkan dampak kenaikan biaya komponen, tetapi penyesuaian harga moderat di beberapa pasar, termasuk Indonesia, tidak dapat dihindari,” jelasnya.

Meski demikian, Harry menilai Galaxy S26 tetap menawarkan nilai yang sepadan dengan harga, antara lain melalui prosesor custom generasi terbaru, peningkatan sistem kamera, serta pengalaman Galaxy AI yang lebih proaktif. Samsung juga menambahkan fitur Privacy Display yang diklaim sebagai yang pertama di dunia untuk memberi perlindungan tambahan terhadap privasi pengguna.

Untuk merespons penyesuaian harga, Samsung menyebut terus bekerja sama dengan mitra penjualan dalam menghadirkan program promosi dan penawaran khusus agar Galaxy S26 series tetap terjangkau. Selain itu, Samsung menjanjikan dukungan software jangka panjang untuk memperpanjang usia pakai perangkat.

“Kami memastikan Galaxy S26 tetap menjadi mitra premium sepanjang siklus hidupnya dengan menawarkan garansi global, pembaruan OS selama tujuh generasi, dan pembaruan keamanan selama tujuh tahun,” pungkas Harry.