BERITA TERKINI
Booming AI Mulai Picu Kelangkaan Baterai Data Center, Panasonic Siapkan Peningkatan Produksi

Booming AI Mulai Picu Kelangkaan Baterai Data Center, Panasonic Siapkan Peningkatan Produksi

Ledakan tren kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya memicu krisis pasokan memori kini merembet ke komponen lain. Salah satu yang berpotensi ikut langka adalah baterai untuk data center, seiring meningkatnya kebutuhan daya yang stabil dan berkelanjutan untuk menjalankan infrastruktur AI.

Indikasi tekanan permintaan terlihat dari lonjakan kebutuhan baterai cadangan milik Panasonic. Perusahaan asal Jepang itu menyebut permintaan tersebut terutama didorong oleh perluasan infrastruktur AI yang membutuhkan pasokan listrik stabil agar sistem dapat beroperasi tanpa gangguan.

Panasonic menyatakan sekitar 80 persen dari output produksi yang direncanakan sudah dialokasikan untuk pelanggan lama. Artinya, stok yang tersedia untuk pelanggan baru hanya tersisa sekitar 20 persen.

Baterai Panasonic ini dirancang untuk ditempatkan di dalam rak server dan berfungsi sebagai daya cadangan sementara. Tujuannya menjaga sistem tetap berjalan ketika terjadi gangguan, down, atau sistem tumbang. Meski bersifat cadangan, peran komponen ini dinilai krusial di data center AI karena pasokan listrik yang stabil penting untuk mencegah downtime yang mahal dan memastikan beban kerja AI tetap berjalan.

Untuk merespons peningkatan permintaan, Panasonic berencana meningkatkan produksi sel lithium-ion di Jepang hingga tiga kali lipat. Perusahaan juga akan mengerahkan jalur produksi alat otomotif untuk merakit baterai data center.

Selain itu, Panasonic mempertimbangkan apakah pabriknya di Kansas dapat mendukung tambahan produksi. Di luar baterai, Panasonic juga tengah mengembangkan superkapasitor sebagai alternatif daya cadangan.

Berbeda dari kapasitor konvensional yang mengalirkan daya seketika, superkapasitor dapat menyimpan daya dalam jumlah lebih besar dan mengalirkannya secara bertahap. Panasonic menyebut komponen ini akan digunakan untuk menyerap fluktuasi beban daya, dengan perkiraan pengiriman dimulai pada tahun fiskal 2027.

Seiring lonjakan permintaan, Panasonic memperkirakan penjualan baterai terkait data center dapat mencapai 800 miliar yen pada 2029, dengan asumsi pertumbuhan infrastruktur AI berlanjut. Namun, perusahaan menekankan pencapaian target tersebut tetap bergantung pada keberhasilannya meningkatkan kapasitas produksi di tengah tekanan pasokan yang masih berlangsung.