Terputusnya akses listrik dan jaringan internet saat bencana banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh Tengah pada 26 November 2025 membuat komunikasi warga dan keluarga di luar daerah menjadi sangat sulit. Kondisi itu digambarkan melalui pengalaman seorang warga yang sempat kehilangan kontak dengan suaminya yang bekerja di Takengon, Aceh Tengah.
Dalam situasi tersebut, pesan dan panggilan melalui WhatsApp tidak tersambung, sementara telepon biasa juga tidak dapat dihubungi. Informasi mengenai keadaan di Takengon disebut semakin mengkhawatirkan karena berbagai akses dilaporkan terputus, mulai dari jalan dan jembatan, listrik, hingga komunikasi, termasuk jaringan internet yang mati total.
Selama lebih dari sepekan, keluarga di luar daerah hanya bisa memantau perkembangan melalui media sosial dan siaran berita. Hingga hampir 10 hari setelah kejadian, belum ada kabar dari lokasi. Baru pada hari ke-15, sebuah pesan WhatsApp masuk dan memberi kepastian bahwa yang bersangkutan dalam keadaan selamat. Ia menjelaskan tidak dapat menghubungi sebelumnya karena listrik dan internet tidak berfungsi.
Menurut penuturan tersebut, komunikasi baru bisa dilakukan setelah tersambung ke jaringan Starlink yang tersedia di kantor desa. Layanan itu disebut menjadi satu-satunya akses internet yang dapat digunakan karena berbasis satelit.
Pengalaman itu menyoroti situasi warga yang harus menjalani hari-hari dalam kondisi terisolasi, dengan keterbatasan logistik seperti makanan dan air bersih, serta akses transportasi yang terputus. Di tengah keterbatasan tersebut, ketersediaan internet satelit menjadi jalur komunikasi yang memungkinkan kabar dapat tersampaikan.
Starlink dijelaskan sebagai layanan internet satelit dengan kecepatan bandwidth tinggi yang dapat menjangkau wilayah terpencil, termasuk daerah yang tidak memiliki akses internet. Dalam narasi tersebut, layanan Starlink disebut sempat dapat diakses secara gratis untuk membantu komunikasi pascabencana di Aceh hingga akhir 2025.
Peristiwa bencana itu juga memunculkan rasa ingin tahu mengenai keberadaan dan peran internet satelit di Indonesia, terutama ketika jaringan komunikasi konvensional tidak dapat digunakan akibat dampak bencana.