BERITA TERKINI
BEI Optimistis Target 66 IPO pada 2025 Bisa Tercapai

BEI Optimistis Target 66 IPO pada 2025 Bisa Tercapai

Jakarta — Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyatakan optimistis target 66 perusahaan yang melangsungkan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di pasar modal Indonesia dapat tercapai pada 2025. Menurutnya, ada sejumlah faktor yang berpotensi mendorong perusahaan mengajukan IPO pada semester II-2025.

“Saya optimis. Kita kan harus optimis,” kata Iman saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis.

Optimisme serupa disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna. Ia berharap target tersebut dapat terealisasi pada tahun ini.

“Iya, mudah-mudahan,” ujar Nyoman.

Nyoman menjelaskan, saat ini banyak perusahaan masih melakukan pembaruan laporan keuangan hingga periode Juni 2025 atau semester I-2025. Setelah pembaruan tersebut, perusahaan baru akan mengajukan dokumen kelengkapan IPO kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.

“Kami masih melihat, masih menunggu laporan keuangan yang akan disampaikan dengan menggunakan laporan keuangan per Juni. Kan mereka baru nyiapin tuh,” kata Nyoman.

Berdasarkan data dua tahun terakhir, Nyoman menyebut sekitar 45 sampai 47 perusahaan biasanya memperbarui laporan keuangan per Juni untuk melengkapi dokumen IPO. Kondisi ini menjadi salah satu dasar BEI memperkirakan akan ada lebih banyak pengajuan dokumen IPO pada semester II-2025.

“Biasanya, dari data dua tahun terakhir untuk penggunaan laporan keuangan Juni itu ada sekitar 45 sampai 47 perusahaan. Jadi itu yang kita tunggu,” ujarnya.

Hingga 10 Juli 2025, dari target 66 perusahaan, sebanyak 22 perusahaan telah melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia. Artinya, masih dibutuhkan 44 perusahaan lagi untuk mencapai target tersebut.

Sementara itu, dalam antrean, tersisa empat perusahaan yang telah mendapatkan persetujuan untuk melangsungkan IPO.

Saat ini jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia mencapai 956 perusahaan. BEI menargetkan angka tersebut dapat meningkat menjadi 1.000 perusahaan tercatat pada akhir 2025.