BERITA TERKINI
BEI 2025: Emiten Manufaktur Tersebar di Berbagai Sektor, Total Rujukan Sekitar 222 Perusahaan

BEI 2025: Emiten Manufaktur Tersebar di Berbagai Sektor, Total Rujukan Sekitar 222 Perusahaan

Daftar emiten manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) kerap dijadikan salah satu cara untuk membaca kekuatan sektor riil nasional. Namun, istilah “manufaktur” di bursa tidak berdiri sebagai satu sektor tunggal. Sejak 2021, BEI menggunakan klasifikasi IDX Industrial Classification (IDX-IC) yang membuat perusahaan berbasis produksi tersebar di beberapa sektor dan subsektor.

Dalam pembaruan 2025, jumlah emiten yang sering dirujuk sebagai “perusahaan manufaktur” berada di kisaran 222 perusahaan. Angka ini merupakan hasil agregasi sejumlah subsektor yang aktivitas utamanya memproduksi barang, bukan jasa.

Meski demikian, total tersebut dapat sedikit berbeda antarartikel atau kompilasi data. Sejumlah sumber menempatkannya pada rentang sekitar 200–228 emiten, tergantung metodologi: apakah memasukkan subsektor “industri pendukung” tertentu, atau mengecualikan emiten yang dinilai tidak dominan pada kegiatan produksi.

Manufaktur bukan satu sektor resmi di BEI

IDX-IC mengelompokkan emiten ke dalam sektor dan subsektor yang lebih rinci. Karena itu, perusahaan yang lazim dipahami sebagai manufaktur dapat berada di berbagai sektor, antara lain Basic Materials, Industrials, Consumer Staples, Consumer Discretionary, hingga Health Care. Konsekuensinya, penyusunan daftar manufaktur tidak cukup hanya mengambil satu label sektor, melainkan perlu menyaring lintas subsektor yang berorientasi produksi barang.

Pemahaman ini menjadi penting agar pembaca tidak menggunakan rujukan yang sudah tidak sesuai dengan klasifikasi terbaru. Dengan kerangka IDX-IC, pembaruan daftar dapat dilakukan secara lebih konsisten dari tahun ke tahun.

Kenapa angka emiten bisa berbeda

Perbedaan jumlah emiten manufaktur umumnya muncul karena variasi cakupan. Ada penyusun daftar yang memasukkan subsektor tertentu, sementara yang lain mengecualikannya. Perbedaan juga bisa terjadi pada emiten dengan bisnis beragam, misalnya konglomerasi yang memiliki beberapa lini usaha; penempatan mereka dapat berbeda jika dilihat dari proporsi pendapatan atau aktivitas utama.

Karena itu, transparansi metodologi menjadi kunci agar pembaca memahami alasan angka “222” bisa bergeser tipis menjadi “200+” atau “±228”.

Metodologi yang lazim dipakai untuk menyusun daftar

Dalam penyusunan daftar manufaktur berbasis IDX-IC, pendekatan yang umum digunakan adalah: memakai IDX-IC sebagai rujukan; memilih subsektor yang dominan melakukan produksi barang seperti makanan-minuman, farmasi, tekstil-garmen, otomotif dan komponen, bahan bangunan/semen, kimia, plastik dan kemasan, kertas dan pulp, logam, kaca/keramik, serta turunannya; menghindari tumpang tindih dengan menilai aktivitas utama emiten; dan menjaga konsistensi cakupan subsektor agar pembaruan tahunan dapat dilakukan dengan mudah.

Gambaran subsektor dan contoh emiten

Keragaman subsektor membuat wajah manufaktur di BEI tidak seragam. Pada subsektor yang bersifat lebih siklikal, otomotif dan komponen sering disebut sensitif terhadap siklus ekonomi. Contoh emiten yang kerap dijadikan representasi antara lain ASII dan SMSM.

Di sisi lain, subsektor dengan permintaan yang relatif stabil kerap dikaitkan dengan farmasi. Contoh emiten yang sering disebut antara lain KLBF dan KAEF, meski tetap menghadapi tantangan seperti regulasi harga dan ketergantungan bahan baku impor.

Untuk subsektor bahan bangunan dan semen, emiten seperti SMGR dan INTP kerap dipandang mencerminkan dinamika pembangunan infrastruktur dan properti. Sementara pada subsektor kimia, plastik, dan kemasan, contoh yang disebut antara lain TPIA serta EKAD dan APLI, dengan sensitivitas margin terhadap pergerakan harga minyak dan turunan petrokimia.

Selain itu, subsektor seperti logam serta kertas dan pulp juga berperan sebagai penyedia kebutuhan intermediate bagi industri lain, melengkapi rantai pasok manufaktur secara keseluruhan.

Peran manufaktur bagi pasar modal

Manufaktur dinilai penting karena skala ekonominya: menyerap tenaga kerja, menopang aktivitas ekspor-impor, dan menciptakan efek berganda ke sektor lain. Ketika subsektor konsumsi tetap kuat, pergerakan pasar cenderung lebih stabil. Sebaliknya, gejolak komoditas dan biaya energi dapat meningkatkan volatilitas, khususnya pada subsektor bahan dasar.

Pada 2025, dinamika manufaktur juga dikaitkan dengan pemulihan permintaan global, pergerakan nilai tukar, dan kebijakan suku bunga. Membaca sektor ini sering dipandang sebagai salah satu cara memantau denyut ekonomi dari sisi produksi.

Cara memverifikasi daftar di situs resmi BEI

BEI menyediakan fitur Stock Screener yang memungkinkan publik menyaring emiten berdasarkan sektor dan subsektor sesuai IDX-IC. Langkah yang dapat dilakukan antara lain memilih subsektor yang relevan dengan manufaktur (misalnya makanan-minuman, farmasi, otomotif/komponen, semen/bahan bangunan, kimia, plastik & kemasan, kertas & pulp, logam, kaca/keramik), lalu menyalin atau mengunduh daftar yang muncul. Untuk emiten dengan bisnis beragam, pembaca dapat membuka profil perusahaan dan melihat segmentasi pendapatan agar klasifikasinya tidak keliru.

Catatan untuk membaca peluang dan risiko

Dalam membaca emiten manufaktur, pembagian defensif dan siklikal kerap menjadi rujukan. Makanan-minuman serta farmasi sering disebut lebih defensif karena kebutuhan dasarnya relatif stabil. Sementara otomotif, logam, dan bahan bangunan dinilai lebih siklikal karena peka terhadap pertumbuhan ekonomi, suku bunga, serta proyek infrastruktur.

Sejumlah subsektor juga sensitif terhadap biaya energi dan komoditas, terutama kimia, logam, dan plastik. Dari sisi permintaan, emiten konsumsi bergantung pada daya beli rumah tangga, sedangkan emiten berorientasi ekspor lebih sensitif terhadap kurs dan permintaan global. Untuk penyaringan awal, sejumlah indikator yang sering dipakai antara lain margin operasi, ROE, utang bersih/EBITDA, free float, dan konsistensi dividen, serta diversifikasi antar subsektor untuk meredam volatilitas.

Kesimpulan

Rujukan sekitar 222 emiten manufaktur di BEI pada 2025 menggambarkan luasnya perusahaan berbasis produksi yang tercatat di pasar modal, sekaligus menegaskan bahwa manufaktur bukan satu sektor resmi, melainkan agregasi lintas subsektor dalam kerangka IDX-IC. Dengan memahami metodologi dan memverifikasi data melalui Stock Screener BEI, publik dapat membaca peta industri secara lebih akurat—baik untuk kebutuhan edukasi maupun sebagai pijakan riset investasi.